DIY Susun Sistem Informasi Ketahanan Pangan Mandiri

Ilustrasi petugas mengecek stok beras di kawasan pergudangan Bulog, Purwomartani, Kalasan, Jumat (21/12/2018). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
11 Juli 2020 11:27 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Pemerintah Daerah (Pemda) DIY bekerja sama dengan Bank Indonesia akan membuat Sistem Informasi Ketahanan Pangan Mandiri. Langkah ini untuk membuat early warning system pada ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hilman Tisnawan, menuturkan pembuatan sistem ini agar DIY memiliki data lengkap yang bisa menjadi acuan dalam strategi ketahanan pangan dan pengendalian inflasi.

BACA JUGA : Bangun Ketahanan Pangan di DIY, Pemerintah Diminta 

“Juga untuk mendata cadangan pangan, pola tanam dan lainnya. Data itu sangat penting,” ujarnya, Jumat (10/7/2020).

Data ini kata dia, akan menggabungkan data yang dimiliki Biro Ekonomi Pemda DIY yang kemudian BI membantu berkolaborasi. Ia menuturkan tim teknis akan segera bergerak sehingga jika sewaktu-waktu dibutuhkan data sudah tersedia tanpa harus mengolah lagi.

“Data yang sudah jadi ini bisa untuk memprediksi, memproyeksi dan early warning system. Tapi yang paling penting adalah kita samakan dulu persepsinya. Semua dinas terkait yang memiliki data agar turut berkontribusi,” ungkapnya.

BACA JUGA : Demi Ketahanan Pangan, Warga Diminta Tanam Tanaman

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Arofah Noor Indriani, mengatakan selama pandemi covid-19, pihaknya selalu memantau ketersediaan pangan baik di pedagang, ritel, Gudang maupun Keluarga Kelompok Tani (Gapoktan).

“Dari perhitungan, statusnya masih aman. Ketersediaan masih lebih banyak dari kebutuhan,” ujarnya.

Data ini kata dia, dilaporkan mingguan, di mana setiap pekan ketersediaan pangan masih selalu surplus. Surplus ini masih bisa untuk mencukupi kebutuhan lima sampai sembilan pekan kedepan, tergantung komoditasnya.

Pihaknya juga mendorong petani untuk terus berproduksi. Masyarakat juga didorong untuk mengoptimalkan pekarangan untuk ditanami sayur dan buah.

BACA JUGA : Begini Cara Warga Godean Mendorong Ketahanan Pangan

“Agar kebutuhan harian tidak perlu beli, tinggal petik. Ini yang dinamakan lumbung hidup,” kata dia.

Di samping stok, dari sisi kemudahan akses masyarakat memperoleh bahan makanan juga terus dioptimalkan dengan Toko Tani Indonesia (TTI) yang menjual produk melalui bazar yang digelar di pasar-pasar di DIY dengan harga di bawah pasaran namun tetap menjaga kualitas. Pada Juli ini, bazar akan digelar pada 15 sampai 30 Juli mendatang.