Advertisement

Mahasiswa UII Tewas di Kamar Indekos di Gondokusuman Saat Hendak Salat Isya

Hafit Yudi Suprobo
Senin, 13 Juli 2020 - 17:57 WIB
Bhekti Suryani
Mahasiswa UII Tewas di Kamar Indekos di Gondokusuman Saat Hendak Salat Isya Ilustrasi mayat - Ist/Okezone

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Seorang mahasiswa ditemukan sudah tak bernyawa di kamar indekos yang berada di Sapen, Demangan, Gondokusuman, pada Minggu (12/7/2020) pukul 07.30 WIB. Korban berinisial PA, 24, meninggal dunia diduga akibat serangan jantung yang dideritanya selama ini.

Kapolsek Gondokusuman Komisaris Polisi (Kompol) Bonifasius Slamet mengatakan jika sebelum meninggal dunia, korban diduga sempat kejang-kejang. Korban sendiri merupakan mahasiswa S1 Universitas Islam Indonesia.

"Korban diduga menghembuskan nafas terakhir karena penyakit jantung yang dideritanya. Korban meninggal di kamar indekos temannya yang berada di Sapen, Demangan, Gondokusuman," ujar Boni, Senin (13/7/2020).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Lebih lanjut, korban sendiri merupakan mahasiswa yang berasal dari Pekanbaru, Riau. Di Jogja, ia tinggal di sebuah asmara yang berada di asrama yang ada di Jalan Karangmojo RT 1 RW 1 Tamanmartani, Kalasan, Sleman.

"Korban sendiri merupakan mahasiswa UII tingkat akhir. Almarhum mengambil jurusan informatika," imbuh Boni.

Awal mula penemuan mayat PA di sebuah indekos bermula ketika PA datang ke tempat kos temannya yang bernama Sulastri, 23. Sesampainya di kos temannya, PA izin untuk tidur.

Pada pukul sekitar 03.40, PA beranjak dari kasur hendak melaksanakan ibadah salat Isya. PA tersadar jika ia belum melaksanakan salat Isya. Saat hendak beranjak dari kasur, PA mengaku sakit dan tidak bisa untuk berdiri.

"Tidak lama setelah ia mengeluhkan sakit, PA justru kejang-kejang hingga ia akhirnya tidak sadarkan diri," sambung Boni.

Teman korban sontak menelepon dokter melalui nomor darurat yang ia miliki. Kemudian, sekitar pukul 04.45 empat dokter datang ke kamar indekos dimana PA tergeletak sudah tak sadarkan diri. Kemudian, sejumlah dokter tersebut melakukan pemeriksaan terhadap korban.

Advertisement

"Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter, diduga kematian PA dilatarbelakangi oleh sakit jantung, polisi juga sudah menelepon keluarga korban," jelas Boni.

Boni tidak lupa menghubungi keluarga korban yang berada di Pekanbaru, Riau. Berdasarkan keterangan dari keluarga, korban memang mempunyai riwayat penyakit jantung.

"Jenazah kami sudah evakuasi ke RS Bhayangkara di Kalasan, Sleman. Untuk proses evakuasi sendiri dilaksanakan dengan menggunakan protokol pencegahan penularan Covid-19," tutup Boni.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jembatan Ganefo Demak Rampung Dibangun, Oktober Operasional Penuh

News
| Rabu, 28 September 2022, 23:27 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement