17 Tenaga Kesehatan di Bantul Terinfeksi Virus Corona

Ilustrasi - Harian Jogja/Desi Suryanto
23 Juli 2020 12:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 17 tenaga kesehatan (nakes) di Bantul terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona penyebab Covid-19. Dinas Kesehatan Bantul masih menelusuri penyebab tertularnya tenaga kesehatan dari penyakit yang disebabkan virus SARS CoV-2 tersebut.

“Tenaga kesehatan kami yang rawan risiko tinggi terkonfirm positif Corvid-19. Ada 17 orang baik medis dan paramedis,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul,  Agus Budi Raharjo, dalam jumpa pers di Parasamya,  Kompleks Pemkab Bantul,  Kamis (23/7/2020).

BACA JUGA: Jokowi: 70 Juta Lebih Anak Indonesia Merasakan Dampak Corona

Agus mengatakan 17 tenaga medis dan paramedis yang tertular Covid-19 itu adalah akumulasi dari sejak awal pandemi Covid hingga saat ini.  Sementara, yang masih dirawat sampai sekarang sebanyak 13 orang. Mereka sebagian besar bertugas di puskesmas,  lainnya di rumah sakit rujukan Covid-19.

Menurut dia, tenaga medis itu ketahuan terinfeksi Corona dari hasil skrining yang menyasar 1.600 tenaga medis. Hasil tes Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) baru keluar untuk 500 orang.  Beberapa puskesmas yang nakesnya terkonfirmasi positif sempat ditutup,  yakni Puskesmas Pleret,  Puskesmas Sewon II,  Puskesmas Bantul II, Puskesmas Sedayu I,  Puskesmas Kasuhan I dan II.

BACA JUGA: Pembelajaran Daring Temui Kendala, Jogja Siapkan Program Guru Ngaruhke Murid

Puskesmas yang masih ditutup adalah Sewon II,  Bantul II, dan Sedayu I.  Agus mengatakan terdapat sejumlah kemungkinan nakes tertular Covid, di antaranya tertular dari pasien,  melakukan perjalanan ke luar daerah, atau tertular di lingkungan keluarga serta sekitar tempat tinggalnya.

"Tapi hakikatnya kami akan rapatkan barisan untuk melindungi nakes, paling tidak jajaran pelayanan diketatkan," ucap Agus.