Kurangi Emisi Lintas Laju Urban, KAI Commuter Raih Penghargaan di JBBA
KAI Commuter Indonesia (KCI) Wilayah 6 dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Jogja Brand and Business (JBBA) 2026, Rabu (15/7)
Ilustrasi/Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 17 tenaga kesehatan (nakes) di Bantul terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona penyebab Covid-19. Dinas Kesehatan Bantul masih menelusuri penyebab tertularnya tenaga kesehatan dari penyakit yang disebabkan virus SARS CoV-2 tersebut.
“Tenaga kesehatan kami yang rawan risiko tinggi terkonfirm positif Corvid-19. Ada 17 orang baik medis dan paramedis,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharjo, dalam jumpa pers di Parasamya, Kompleks Pemkab Bantul, Kamis (23/7/2020).
BACA JUGA: Jokowi: 70 Juta Lebih Anak Indonesia Merasakan Dampak Corona
Agus mengatakan 17 tenaga medis dan paramedis yang tertular Covid-19 itu adalah akumulasi dari sejak awal pandemi Covid hingga saat ini. Sementara, yang masih dirawat sampai sekarang sebanyak 13 orang. Mereka sebagian besar bertugas di puskesmas, lainnya di rumah sakit rujukan Covid-19.
Menurut dia, tenaga medis itu ketahuan terinfeksi Corona dari hasil skrining yang menyasar 1.600 tenaga medis. Hasil tes Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) baru keluar untuk 500 orang. Beberapa puskesmas yang nakesnya terkonfirmasi positif sempat ditutup, yakni Puskesmas Pleret, Puskesmas Sewon II, Puskesmas Bantul II, Puskesmas Sedayu I, Puskesmas Kasuhan I dan II.
BACA JUGA: Pembelajaran Daring Temui Kendala, Jogja Siapkan Program Guru Ngaruhke Murid
Puskesmas yang masih ditutup adalah Sewon II, Bantul II, dan Sedayu I. Agus mengatakan terdapat sejumlah kemungkinan nakes tertular Covid, di antaranya tertular dari pasien, melakukan perjalanan ke luar daerah, atau tertular di lingkungan keluarga serta sekitar tempat tinggalnya.
"Tapi hakikatnya kami akan rapatkan barisan untuk melindungi nakes, paling tidak jajaran pelayanan diketatkan," ucap Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Commuter Indonesia (KCI) Wilayah 6 dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Jogja Brand and Business (JBBA) 2026, Rabu (15/7)
Febrie Adriansyah diperiksa hampir 7 jam dan dicecar soal Tan Kian. Kuasa hukum menyebut Febrie tegas membantah menerima uang dari Tan Kian.
Jalan Baru Kretek-Girijati sepanjang 5 Km mulai uji coba open traffic 14-20 September 2026 dengan pembatasan kendaraan dan jam operasional.
Keterkaitan Boy Thohir dengan MGLV tercatat melalui PT Trinugraha Thohir yang memiliki 2,25% saham serta PT Trinugraha Thohir Harmoni sebesar 4,86%.
DPRD DIY meminta DTSEN tidak diterapkan kaku karena data bansos harus diuji dengan kondisi riil warga, termasuk pekerja informal dan pengguna pinjol.
Gus Kikin memastikan tetap menjaga kedekatan dengan PWNU Jatim meski lebih banyak bertugas di Jakarta sebagai Ketua Umum PBNU 2026–2031.