Sayembara Desain Pasar Godean Diikuti Arsitek Internasional

Suasana los pakaian di Pasar Godean tampak pada Kamis (21/5/2020). Pasar tradisional ini akan segera dilakukan revitalisasi diawlai dengan sayembara untuk mendapatkan desain pasar yang terbaik. - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri\\n
25 Juli 2020 10:57 WIB Abdul Hamid Razak & Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pasar Godean Sleman akan direvitalisasi diawali dengan menggelar sayembara desain melibatkan arsitek dari level nasional hingga internasional. Melalui sayembara harapannya pasar tersebut akan lebih tertata tidak secara fisik namun memenuhi berbagai aspek dari ekonomi, kebersihan, keamanan, artistik dan berstandar nasional  dengan tetap mempertahankan ruh tradisional.

Kepala Disperindag Sleman, Raden Rara Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan sayembara desain ini sebagai upaya untuk merevitalisasi Pasar Godean menjadi satu ikon baru di Sleman Barat. Pasar ini juga diharapkan bisa menjadi percontohan bagi pasar lain yang selama ini telah direvitalisasi.

BACA JUGA : Cegah Stres Saat Rapid Test Masal, Pasar Godean Siapkan ...

"Sampai saat ini sudah ada 91 peserta yang mendaftar baik kelompok maupun perorangan. Peserta tidak hanya dalam negeri tapi juga dari luar negeri seperti Eropa, Malaysia dan Singapura," ujarnya, Kamis (23/7/2020).

Ia berharap sayembara ini dapat menghasilkan sebuah pasar tradisional yang tidak hanya baik secara fisik namun juga memenuhi berbagai aspek. Aspek tersebut diantaranya ekonomi, kebersihan, keamanan, artistik serta berstandar nasional. Desain yang dihasilkan dapat menyajikan ruang perdagangan di mana ada interaksi yang hangat antara penjual dan pembeli serta mempertahankan ruh ketradisionalan sebuah pasar.

"Ruh ketradisionalan yang dimaksud yaitu guyub, urup, penuk, prasojo, unik, ndalan dan kalangan," jelas Mae.

Pasar Godean berdiri di atas lahan seluas 11.261 meter persegi dengan 1.988 pedagang dengan berbagai komoditas dagangan. Memiliki kekhas-an tersendiri sebagai pasar belut dan sepeda. “Sebelum sayembara, kami melakukan kesepakatan dengan pedagang Pasar Godean terkait jumlah pedagang, nama pedagang, komoditas disepakati agar nanti pada proses relokasi dan penempatan kembali tidak ada masalah," katanya.

Sayembara desain Pasar Godean tersebut memperebutkan total hadiah sebesar Rp154 juta dengan rincian juara I Rp100 juta, juara II Rp30 juta, juara III Rp15 juta, harapan I Rp5 juta dan harapan II Rp4 juta. Dalam pelaksanaan sayembara ini Pemkab bekerjasama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DIY. Pemenang akan ditentukan pada September 2020 nanti dengan juri kehormatan Bupati Sleman.

Ketua IAI DIY Ahmad Ahmad Syaifuddin Muttaqi menambahkan sayembara ini merupakan empat kalinya dalam proyek pembangunan fasilitas umum bersama Pemkab Sleman. Pada sayembara pasar ini ternyata peminatnya sangat luar biasa, terbukti pesertanya tidak hanya secara nasional namun juga internasional. Namun pihaknya tetap mendorong para artsitek profesional lainnya terutama anggota IAI untuk ikut terlibat memberikan karyanya dalam sayembara ini.

BACA JUGA : Kumuh dan Becek, Pasar Terban Perlu Direvitalisasi

“Sayembara seperti ini bisa menjadi eksistensi arstitek, masyarakat menjadi lebih menerima dan paham tentang profesi ini serta akan lebih bermanfaat. Respons para arsitek luar biasa, ada yang mendaftar dari Eropa seperti Belgia,” ucapnya.

Pihaknya mengapresiasi Pemkab Sleman yang telah melakukan sayembara ini karena hasil desain pasti akan dipilih yang terbaik. Hal ini menjadi kelebihan tersendiri bahwa pasar tradisional ditata dengan baik karena termasuk pusat meningkatkan perekonomian terutama saat pandemi.

“Pasar tradisional yang selama ini image-nya kumuh akan terlahir kembali lebih tertata, sehingga tidak sekedar diperbaiki bangunannya tetapi ada hal pokok lain, ada ruhnya bahwa pasar bisa hidup selama 24 jam, tinggal bagaimana mengisi dan desain-desain nanti akan banyak menampilkan ruh dan filosofi,” katanya.