Ini Cara Kulonprogo Lindungi Tenaga Kesehatan Agar Terhindari dari Corona

Petugas Dinas Kesehatan Kota Jogja meneliti sampel darah para pedagang dalam tes cepat atau Rapid Diagnostic Test (RDT) Covid-19 di Pasar Beringharjo, Jogja, Rabu (03/06/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
25 Juli 2020 14:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Sri Budi Utami mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya agar tenaga kesehatan di Kulonprogo terhindar dari paparan Covid-19.

Upaya itu antara lain, pembuatan Standard Operasional Prosedur (SOP) alur kerja sesuai pencegahan Covid-19, menyediakan alat pelindung diri (APD) lengkap sesuai standar, mengkondisikan ruangan sesuai alur kerja dan pelatihan petugas.

Selain itu, nakes juga mendapat suplemen atau multivitamin yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

BACA JUGA : Sudah 13 Tenaga Kesehatan di Gunungkidul yang Terinfeksi

"Kami juga menerapkan screning kunjungan, maksudnya tiap pengunjung di puskesmas, klinik ataupun rumah sakit wajib didata dan ditanya pernah punya penyakit apa, pernah berpergian ke luar daerah atau tidak, dan sebagainya," ujar Budi, Jumat (24/7/2020)

"Screening ini penting agar nakes itu bisa tahu bahwa pengunjung ini berpotensi membawa virus atau tidak, sehingga cara menghadapinya berbeda," imbuhnya.

Nakes juga diikutkan dalam test swab massal yang digelar Dinkes Kulonprogo. Test ini dilakukan untuk mengetahui kondisi tenaga kesehatan para nakes tersebut. Apabila ada nakes yang kedapatan terinfeksi corona, gugus tugas setempat bisa segera melakukan penanganan. 

BACA JUGA : 17 Tenaga Kesehatan di Bantul Terinfeksi Virus Corona

Test massal ini sudah dimulai sejak 8 Juli 2020 dan rencananya masih akan terus dilanjutkan sampai Agustus mendatang. Hingga Jumat (24/7), sudah 1.717 nakes yang mengikuti test ini, dan belum ditemukan satupun yang positif Covid-19.