Presiden Prabowo Rayakan Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prabowo rayakan kemenangan Indonesia atas Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 4-2 lewat adu penalti di SUGBK.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Di tengah masa pandemi Covid-19 ini, Pemerintah Kabupaten Bantul masih harus bergulat dengan bencana kekeringan yang setiap tahun melanda.
Kesiapan menghadapi bencana tersebut ditegaskan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Dwi Daryanto, yang menyatakan bahwa pihaknya telah siap menghadapi puncak musim kemarau tahun ini yang diperkirakan bakal terjadi pada bulan Agustus. Sejauh ini pihaknya masih memantau beberapa titik yang memang rawan terjadi kekeringan.
"Bantul merupakan salah satu kabupaten yang mendapatkan informasi dari BMKG untuk mensiapsiagakan diri terkait dengan puncak musim kemarau yang bakal datang," ujar Dwi, kepada SuaraJogja.id, Sabtu (25/7/2020).
Dwi menjelaskan bahwa Bantul memiliki wilayah yang cukup rawan terjadi kekeringan salah satunya di pegunungan. Diketahui memang bahwa Bantul memiliki wilayah perbukitan seribu yang berada di wilayah timur Bantul.
Dikatakan Dwi lebih lanjut bahwa upaya mitigasi baik itu dropping air maupun juga membenahi sumber mata air yang sekiranya masih perlu perbaikan akan terus dilakukan. Pada intinya pihaknya siap dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat yang berpotensi terdampak kekeringan.
"Sampai saat ini belum ada yang mengajukan tapi kapanpun masyarakat mengajukan terkait dengan kekeringan, kita siap. Jadi kita tidak hanya fokus pada pandemi Covid-19 tapi bencana rutin yang terjadi di bantul senantiasa tetap kita siagakan," tegasnya.
Dwi menuturkan pihaknya belum bisa memastikan apa akan penambahan atau malah terjadi pengurangan untuk wilayah yang berpotensi terjadi kekeringan di Bantul. Untuk saat ini pihaknya mengatakan untuk titik kekeringan masih sama dengan tahun lalu.
Lebih lanjut Dwi menerangkan bahwa titik rawan berada di Bantul wilayah timur di antaranya Kecamatan Piyungan, Pleret, Imogiri, Dlingo, Pundong dan sebagian Pandak dan sebagian Pajangan.
"Masih akan kita pantau dimana saja titiknya. Ini perlu kita siapkan segala sesuatunya jangan sampai kekeringan menjadi problem untuk masyarakat dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ungkapnya.
Dwi menambahkan terkait dengan anggaran rutin terkait penanganan kekeringan di BPBD Bantul tidak mengalami refocusing akibat adanya pandemi Covid-19. Penanganan bencana tahunan kekeringan di Bantul sendiri setiap tahunnya membutuhkan dana sekitar Rp40-50 juta.
"Kita juga masih punya dana Belanja Tak Terduga (BTT) lumayan banyak sehingga nanti jika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan terkait perbaikan saluran sumber air atau yang lainnya terkait dengan penanggulangan kekeringan nanti kita arahkan ke sana," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Prabowo rayakan kemenangan Indonesia atas Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 4-2 lewat adu penalti di SUGBK.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam ajang Apresiasi Komitmen Pendidikan Antikorupsi Tahun 2026.
BYD menyiapkan update OTA untuk Shark 6 setelah pengujian menemukan celah pada sistem infotainment. Lampu dan wiper juga diuji melalui CAN bus.
Kesiapan penyelenggaraan hingga pengamanan menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Panitia Pemilihan Kepala Desa Serentak 2026 tingkat Kabupaten Magelang di Ru
MotoGP Mandalika belum memiliki pembalap yang menang dua kali. Simak daftar pemenang balapan utama dan Sprint Race 2022-2025.
Tim Verval menemukan sejumlah catatan pembangunan gerai KDMP di 8 lokasi Bantul. Pengelola diberi waktu sekitar 3 bulan untuk memperbaikinya.