Begini Kronologi Pembacokan di Warung Burjo Sleman

Ilustrasi. - Freepik
27 Juli 2020 18:37 WIB Hery Setiawan (ST18) Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Seorang laki-laki merusak sebuah warung burjo alias Warmindo bernama Mugi Langgeng di Jalan Kaliurang Km 12, Kelurahan Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman. Motif penyerangan tersebut diduga karena pelaku sedang berada di bawah pengaruh minuman keras.

Fadli Adiansah, 17, salah seorang pegawai warung tersebut menerangkan bahwa peristiwa penyerangan terjadi pada Senin dini hari, (27/7/2020) pukul 03.00 WIB. Warung tempat ia bekerja memang buka selama 24 jam. Saat kejadian berlangsung ia tengah berisitirahat di dalam warung. Sementara yang bertugas menjaga warung saat itu adalah juragannya

Sesaat sebelum penyerangan terjadi, ada tiga orang pengunjung sedang makan di dalam warung. Tiba-tiba, datang gerombolan orang dengan berboncengan sepeda motor. Jumlahnya sendiri, kata Fadli berikisar 10 orang lebih.

Seorang laki-laki dari gerombolan tersebut turun dari motor, lalu masuk ke dalam warung. Bukannya pesan makanan atau minuman, laki-laki tersebut justru melempar botol minuman keras ke arah tiga orang pengunjung yang sedang makan.

Beruntung, seorang dari tiga pengunjung tersebut sigap menghadang aksi pelaku. Botol pun jatuh ke lantai.

Usai dihadang, pelaku tak lantas berhenti menyerang. Dari balik jaketnya, pelaku lalu mengeluarkan celurit dan langsung membacok salah satu pengunjung tepat di bagian punggungnya.

Setelah dibacok ketiga pengunjung langsung masuk ke dalam warung. Begitu juga pemilik warung yang langsung keluar untuk melaporkan kejadian kepada ketua RT setempat. Di saat yang sama, Fadli juga terbangun oleh suara gaduh yang tiba-tiba timbul.

Saat terbangun, Fadli mendapati warung sudah dalam kondisi berantakan. Perabotan warung ternyata ikut dirusak oleh pelaku. Usai melakukan penyerangan dan perusakan, pelaku beserta anggota gerombolannya langsung kabur.

Positivity Rate di DIY Naik, Makin Banyak Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19

Saat ditanya soal kondisi ciri-ciri pelaku, Fadli mengatakan kemungkinan usia mereka masih muda. Pelaku penyerangan diduga tengah berada dalam pengaruh minuman keras.

“Kayaknya mereka lagi mabok. Umur mereka juga ada yang masih muda, ada yang udah tua gitu,” katanya kepada Harianjogja.com.

Fadli menambahkan, peristiwa penyerangan tersebut merupakan kali pertama buatnya. Sebelumnya belum pernah ia mengalami kejadian serupa. Hanya saja, gangguan keamanan seperti pencurian atau maling yang justru kerap terjadi. Aksi tersebut sudah berlangsung sejak pandemi Covid – 19 datang.