WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Sejumlah petugas saat melakukan pemeriksaan sampel di Laboratorium Virologi, BBTKLPP Yogyakarta, Rabu (18/3/2020). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA—Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY akan mengupayakan merekrut tenaga analis untuk membantu operasional laboratorium uji swab corona.
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 DIY Berty Murtiningsih menuturkan solusi yang direncanakan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY adalah bekerja sama dengan organisasi profesi merekrut tenaga analis untuk membantu operasional laboratorium. "Juga evaluasi kembali jadwal pengambilan swab massal yang dilakukan oleh masing-masing kabupaten dan kota," ujarnya, Senin (27/7/20200.
Terkait penambahan laboratorium dari FKIK UMY, saat ini masih dalam proses kajian untuk diusulkan ke Kementerian Kesehatan sebagai jejaring laboratorium covid-19.
BACA JUGA : Ini Penyebab Antrean di Laboratorium Uji Swab Covid-19
Kepala BBTKL PP DIY Irene, mengakui memang ada antrean pemeriksaan swab di laboratorium tersebut. "Saat ini kami sudah hampir berhasil mengurai antrian sample karena setiap harinya kami bisa memeriksa 1000-an sample," katanya.
Di BBTKL PP sampel yang telah diproses tapi belum keluar hasilnya masih sebanyak 1.000-an sampel, sementara sampel yangvbelum diproses tinggal sampel yang masuk pada Senin (27/7) siang.
BACA JUGA : Laboratorium Uji Swab Covid-19 Kelebihan Beban, Sampel
Selain BBTKL PP, laboratorium covid-19 DIY yakni RSUP Sardjito dengan kapasitas 240 sampel, FK UGM 400 sampel, BB Vetereiner 48 sampel, RS Harjolukito 56 sampel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.