STIKOM Jogja Manfaatkan Podcast untuk Metode Pembelajaran di Tengah Pandemi

Dosen Prodi (Program Studi) Public Relations, STIKOM Yogyakarta Ni Luh Ratih (kiri) saat melaksanakan kuliah daring dengan metode audio di Studio PR STIKOM Yogyakarta (AKINDO). - Ist/Stikom.
30 Juli 2020 06:17 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kondisi pandemi Covid-19 saat ini mampu memicu kreativitas pengajar perguruan tinggi dalam menciptakan sistem pembelajaran daring baru bagi mahasiswa yang menjalani kuliah dari rumah.

STIKOM Yogyakarta (AKINDO) memanfaatkan podcast sebagai sarana baru untuk menunjang pembelajaran, selain menggunakan aplikasi zoom, google classroom, google meet, instagram live, whatsapp, dan email.

Prodi Public Relations mengawali kelas perdana versi audio dengan membahas satu topik menarik dan kekinian, yang disajikan dengan bahasa yang ringan tetapi tetap berisi.

Produksi podcast ini dilakukan para dosen program studi dibantu laboran studio audio dan rencananya dilakukan secara berseri dengan mengundang narasumber relevan dengan materi ajar.

Dosen Prodi (Program Studi) Public Relations, STIKOM Yogyakarta Ni Luh Ratih, MA, menuturkan, mengajar kelas Public Speaking menggunakan alat rekam audio cenderung membuat kelas lebih aktif dan mahasiswa juga lebih responsif, dibandingkan menerapkan mata kuliah dengan media tulisan saja.

Menurutnya, aplikasi yang sekarang ini tersedia gratis dan dapat diakses mudah oleh mahasiswa, dapat menjadi sarana yang menarik untuk digunakan guna memenuhi hak-hak mahasiswa.

“Mahasiswa lebih menyukai kelas yang dinamis, tidak monoton atau one way communications. Mereka tetap semangat ketika diberikan tugas untuk produksi konten dengan menggunakan media seperti ini,” tutur Dosen yang kerap disapa Ratih, Selasa (28/7/2020).

Selain itu, perlengkapan yang diperlukan pun bisa dengan mudah ditemukan oleh mahasiswa selama berada di rumah.

“Mereka hanya butuh alat rekam audio yang ada di smartphone dan headset saja. Hasilnya juga tidak buruk meskipun diberikan waktu yang sangat terbatas,” katanya.

Tak hanya itu, dosen muda ini juga kerap menyisipkan guyonan selama mengajar supaya tidak terkesan kaku atau formal seperti mendengarkan seminar.

“Saya anggap mahasiswa sebagai teman sebaya yang juga menginginkan materi berat, yang tetap disajikan dengan menarik,” ujarnya menambahkan.

Hingga saat ini, respons mahasiswa cukup beragam, tetapi mereka cenderung lebih menyukai metode pembelajaran dengan memanfaatkan suara.

“Mahasiswa merasa lebih nyaman karena lebih menyenangkan dan tidak jenuh. Selain itu mereka juga bisa terlibat langsung dalam produksi podcast ini jika kondisi sudah memungkinkan,” katanya.

Kaprodi Public Relations Djati Prasetyani Hadi mendukung upaya pembelajaran baru memanfaatkan platform audio yang dapat diakses di Spotify dan platform audio video dapat diakses melalui YouTube.

“Selain efektif dan efisien untuk belajar, mahasiswa dapat mengaksesnya dengan mudah dan murah. Apalagi media itu adalah media yang cukup popular di kalangan anak muda,” ujarnya.