Siapa Butuh Jasa Potong Hewan Kurban? 2 RPH di Sleman Ini Masih Layani sampai Besok Senin lho...

Petugas membacakan nama orang yang berkurban sebelum penyembelihan di Rumah Potong Hewan (RPH) Giwangan, Jogja, Jumat (31/7). Pemerintah Kota Jogja menghimbau panitia kurban di Jogja untuk melakukan pemotongan di RPH deni mencegah kerumunan massa sebagai bagian dari protokol kesehatan pencegahan Covid-19. - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
02 Agustus 2020 10:27 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Dua rumah potong hewan (RPH) di Kabupaten Sleman masih menerima jasa pemotongan hewan kurban sampai hari ketiga tasyrik Iduladha yaitu sampai Senin (3/8/2020). Pandemi kali ini cukup membuat jumlah hewan kurban yang disembelih di RPH di Sleman meningkat.

Kepala UPTD Pasar Hewan Ambarketawang dan Rumah Potong Hewan, Yuda Andi Nugroho menuturkan di RPH Condongcatur sudah ada permintaan pemotongan 46 ekor sapi dan 16 ekor kambing. Sementara, di RPH Kentungan, ada 11 ekor kambing.

"Kalau tahun kemarin itu kan pemotongan cuma pada hari pertama Iduladha ada 18 sapi, sekarang permintaan sampai hari Sabtu dan Minggu, meski kebanyakan minta di hari pertama," ujarnya pada Sabtu (1/8/2020).

Baca Juga: Gara-Gara Corona, Jumlah Hewan Kurban di Bantul Menurun hingga 1.378 Ekor

Mulanya, kapasitas RPH Condongcatur ia batasi hanya sekitar 15 ekor sapi. Namun, lantaran permintaan tinggi, ia naikkan menjadi sekitar 20 ekor. "Kami buka sampai hari Senin karena kemungkinan masih ada tambahan permintaan. Hari tasyrik kan sampai Senin," imbuhnya.

Pembatasan kapasitas pemotongan hewan di RPH, kata Yuda, berkaitan dengan terbatasnya sumber daya manusia yang ada. Saat ini, di RPH Condongcatur punya personel sebanyak tiga tenaga kebersihan dan dua dokter hewan. Sementara, petugas jagalnya ia menggunakan jasa jagal reguler atau mengikuti dari takmir masing-masing.

Mulanya, pemotongan hewan di RPH dikhususkan untuk penyembelihan hewan dari wilayah zona merah. Namun, lantaran di Sleman tidak ada zona merah, maka Yuda menerima permintaan dari zona-zona lain.

"Terutama hari pertama kami utamakan daerah sekitar Condongcatur saja. Tapi hari kedua maupun ketiga itu dari jauh ada, seperti Seyegan, Ngaglik. Permintaan juga ada dari Gamping, tapi [nggak jadi] waktunya nggak pas," ungkapnya.

Baca Juga: Puncak Arus Balik Libur Iduladha Diprediksi Hari Ini

Pandemi ini juga membuat Yuda harus menjalankan protokol kesehatan di RPH. Jika tahun-tahun sebelumnya banyak anak-anak menyaksikan pemotongan hewan, maka tahun ini mereka dilarang masuk ruangan. "Yang di ruangan hanya petugas jagal, medis, dan kebersihan. Kalau panitia hanya dari luar. Mereka juga wajib pakai masker dan melewati bilik antiseptik," tuturnya.

Cacing Hati

Disinggung soal temuan cacing hati pada hewan kurban, Yuda mengakui hal tersebut sempat ditemui. Ia memaparkan, pada hari pertama, dari 19 ekor sapi dan 7 ekor kambing, ditemukan satu hewan positif cacing hati. Kemudian, pada hari kedua, dari 20 ekor sapi dan 9 ekor kambing, ditemukan dua hewan positif cacing hati.

"Kalau masih dalam taraf wajar di bawah 10 persen itu masih layak. Kalau sangat parah, kita afkir. Ada dokter hewan yang memeriksa," ucapnya.