Cabai Rawit di Sleman Rp70.000 per Kg, Disperindag Sebut Belum Ada Kelangkaan
Harga cabai rawit di Sleman mencapai Rp70.000 per kilogram. Disperindag memastikan stok di pasar masih aman meski pasokan berkurang.
Foto ilustrasi. /Bisnis Indonesia-Rahmatullah
Harianjogja.com, JOGJA-- Sebanyak 40 orang dites swab lantaran kontak erat dengan dua tenaga teknis di lingkungan dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Jogja yang positif Covid-19. Mereka diantaranya merupakan rekan kerja, keluarga, dan pihak lain yang sempat melakukan kontak erat dengan pasien.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Tri Mardoyo pada kondisi pandemi seperti ini, aktivitas karyawan di lingkungan kerja perlu melakukan antisipasi penularan Covid-19.
Baca juga: Syukurlah...Sudah 194 Pasien Covid-19 di Bantul Berhasil Sembuh
Ada beberapa langkah antisipatif menurut Tri yang bisa diterapkan di lingkungan kerja. Lingkungan kerja harus tetap menjalankan protokol kesehatan, seperti jaga jarak dan harus pakai masker.
Namun Tri mengatakan satu hal yang kadang diabaikan adalah kebiasaan makan bersama dan ngemil bersama yang menurutnya harus dihindari. Pihaknya menyatakan bahwa langkah antisipatif ini telah disosialisasikan ke tiap-tiap OPD.
Di sisi lain Tri menjelaskan bahwa dari 23 kasus Covid-19 yang ada di Kota Jogja, sebanyak 90 persen tanpa gejala. "Yang menunjukan ada gejala satu atau dua, sisanya ada yang cukup rawat jalan atau isolasi di rumah," jelasnya. Dari 23 atau 2 di rumah sakit sisanya isolasi mandiri di rumah maupun wilayah.
Baca juga: Hotel di Jogja Sudah Bergeliat! Okupansi Capai 70%
Tri menjelaskan sesuai aturan OTG memang ditangani dengan isolasi mandiri. Namun bila tidak bisa isolasi mandiri di rumah atau di wilayah maka bisa dirawat di rumah sakit. "Tapi mana kala itu tidak bisa, bisa di kirim ke rumah sakit, rumah sakit biayanya nanti dari pemerintah, sudah ada SOP-nya," jelasnya.
"Karena wilayah enggak mampu, di situlah peran pemerintah hadir," ungkap Tri.
Dia menambahkan persoalan Covid-19 tidak bisa hanya diserahkan pemerintah begitu saja. Menurutnya masyarakat bersama pemerintah harus saling gotong royong, saling membantu dan saling membangun.
Isolasi mandiri pada dasarnya beristirahat. Tri mengatakan bahwa OTG tidak membutuhkan obat melainkan vitamin. "Vitamin siapa yang memberikan bagi yang isolasi mandiri, ya puskesmas, isolasi mandiri itu mendekatkan peran yang di tatanan puskesmas," jelasnya.
"Sekarang kita harus hati-hati, yang kita temukan OTG itu banyak sekali," ujar Tri.
Tri mengatakan bahwa masyarakat harus jaga jarak dan pakai masker. "Jadi kalau jenengan ketemu orang tapi enggak masker harus berani menolak," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga cabai rawit di Sleman mencapai Rp70.000 per kilogram. Disperindag memastikan stok di pasar masih aman meski pasokan berkurang.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.
Zulhas memastikan manajer Kopdes yang ditempatkan jauh dari domisili akan disesuaikan ke koperasi terdekat setelah titik tersedia.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.