Ada Kelompok Banser Dukung Suharsono–Totok, Satkorwil DIY Lakukan Investigasi

Salah satu komunitas yang mengatasnamakan anggota Barisan Ansor Serbaguna atau Banser Nahdlatul Ulama (NU) membentangkan spanduk bertuliskan "Aku Wong NU Dukung No-To, Selasa (4/8/2020) malam. - Harian Jogja - Ujang Hasanudin.
06 Agustus 2020 10:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Kepala Satuan Koordinator Wilayah (Kasatkorwil) Barisan Ansor Sebaguna atu Banser DIY Nur Wahid menyatakan bahwa Banser secara organisasi tidak berpolitik praktis.  Namun,  jika ada anggota yang dukung mendukung dalam pilkada itu dinilai wajar selama tidak membawa-bawa seragam organisasi.

"Kalau dukungan dilakukan dengan deklarasi dan menggunakan baju, bendera, lambang-lambang dari organisasi, tentunya itu tidak tepat dan menyalahi dari AD/ ART organisasi, terlebih yang melakukan diduga bukan dari anggota Banser, maka lebih fatal lagi," kata Wahid,  saat dihubungi Rabu (5/8/2020).

BACA JUGA : Banser Ancam Perkarakan Dukungan ke Suharsono-Totok

Dalam kasus deklarasi dukungan kelompok yang mengatasnamakan Banser untuk pasangan calon bupati dan wakil bupati Bantul,  Suharsono-Totok Sudarto, pada Selasa malam,  kata Wahid, masih dalam proses investigasi. "Siapa siapa yang terlibat, tentunya akan kami tindaklanjuti secara proporsional," ujar Wahid.

BACA JUGA : Kelompok Mengatasnamakan Banser NU Dukung Suharsono

Puluhan orang berseragam Banser NU ikut mendeklarasikan diri mendukung Suharsono-Totok bersama sukarelawan Sapu Jagat.  Sapu Jagat yang dideklarasikan terdiri dari santri,  warga,  pedagang kaki lima, hingga pelaku seni.  Sebagian besar di dalamnya diklaim warga Nahdliyin atau warga NU non struktural.