Terancam Abrasi, Konservasi Penyu di Pantai Trisik akan Direlokasi

Kondisi Pantai Trisik, Kapanewon Galur yang mengalami abrasi, Minggu (9/8/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
09 Agustus 2020 14:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO --Tempat konservasi penyu di kawasan Pantai Trisik, Kapanewon Galur, bakal direlokasi. Relokasi dilakukan karena tempat penangkaran anak penyu atau biasa disebut tukik yang dikelola Kelompok Konservasi Penyu Abadi Trisik terancam rusak oleh abrasi yang melanda pantai tersebut.

Ketua Konservasi Penyu Abadi Trisik, Jaka Samudra mengatakan abrasi di Pantai Trisik, sudah tergolong parah. Semula jarak dari tempat penangkaran dengan bibir pantai sekitar 100 meter. Jarak itu terbilang aman. Namun berjalannya waktu, abrasi mengakibatkan jarak menyusut dan kini kurang dari 30 meter.

"Abrasinya sudah parah banget dan sangat mengkhawatirkan, untuk itu kami sudah berencana melakukan relokasi. Kami sudah matur [bilang] soal rencana ini kepada bupati," kata Jaka, Minggu (9/8/2020).

Baca Juga: Tukang Kredit Keliling di Pakem Terjangkit Corona, Dinkes Sleman Lakukan Tracing

Jaka mengatakan tempat yang dipilih sebagai lokasi baru itu yakni di sekitar Joglo Wisata Trisik. Lokasi tersebut terbilang cukup aman karena jarak dari bibir pantai lebih dari 100 meter. Calon rumah baru bagi tukik-tukik yang dirawat kelompok konservasi ini juga lebih luas dibanding tempat sebelumnya. Sehingga tukik yang ditampung sementara untuk kemudian dilepasliarkan saat sudah siap nantinya bisa lebih banyak lagi.

Kelompok Konservasi Penyu Abadi Trisik sudah berdiri sejak 2004. Kelompok ini telah berkontribusi dalam upaya pelestarian penyu jenis lekang yang habitatnya di perairan Kulonprogo. Sejak awal berdiri hingga saat ini, sudah ada ribuan ekor tukik yang dirawat dan kemudian dilepasliarkan kelompok tersebut.

"Perawatan mulai sejak dalam bentuk telur, kemudian menetas menjadi tukik, setelah sudah cukup besar, tukik-tukik ini kami lepasliarkan," kata Jaka.

Baca Juga: Pasien Corona yang Akan Pulang ke Moyudan Sempat Ditolak

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY, Untung Suripto menyambut baik rencana relokasi tempat penangkaran penyu di Pantai Terisik. Menurutnya jarak ideal tempat penangkaran dengan bibir pantai antara 50 sampai 100 meter. "Sedangkan saat ini, karena dampak abrasi jaraknya jadi sangat dekat dengan bibir pantai, sehingga sebaiknya memang harus direlokasi," kata Untung.

BKSDA DIY kata Untung siap membantu merealisasikan rencana tersebut. Pihaknya akan coba menggandeng mitra kerja seperti perusahaan-perusahaan hotel di DIY yang sebelumnya pernah ikut dalam kegiatan konservasi alam, untuk terlibat dalam pendanaan relokasi ini.

"Kalau bicara anggaran kami belum ada, cuma tadi memang ada peluang dari CSR perusahaan. Nah nanti kami akan sampaikan ke sejumlah pengusaha, terkait rencana ini, semoga mereka bisa bantu," ujarnya.