Malioboro Dikunjungi Ribuan Orang, Petugas Jogoboro Kewalahan

Sejumlah andong wisata mangkal di Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (16/06/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
10 Agustus 2020 16:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--UPT Malioboro mencatat jumlah kunjungan di Malioboro pada weekend pekan lalu khususnya pada Sabtu (8/9/2020) mencapai angka 2.000 orang dari kapasitas Malioboro yang hanya mencapai 2.500 di tengah pandemi Covid-19. Petugas Jogoboro kewalahan dalam melakukan upaya monitoring kepada wisatawan.

Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Malioboro, Ekwanto mengatakan jika petugas Jogoboro yang bertugas di zona-zona tidak bisa mengurai keramaian yang terjadi di objek wisata yang menjadi ikon Jogja tersebut. Tidak hanya kesulitan untuk mengurai, petugas Jogoboro juga kesulitan untuk melakukan tindakan jika terjadi pelanggaran protokol pencegahan penularan Covid-19.

"Petugas Jogoboro tidak bisa mobile, yang mobile itu kami minta bantuan dari Satpol-PP dan Dishub Kota Jogja. Pemantauan hanya dilakukan di zona-zona. Kami hanya memberikan teguran dan tidak bisa memberikan sanksi, sifatnya kami hanya memberikan edukasi," ungkap Ekwanto, Senin (10/8/2020).

Angka kunjungan Malioboro selama pandemi Covid-19 sendiri ketika akhir pekan mencapai 1.000 sampai dengan 2.000 kunjungan. Sedangkan, di hari-hari biasa kunjungan wisatawan masih berada di angka 600 sampai dengan 700 orang. "Kalau angka 2.000 itu biasanya kunjungan wisatawan dari jam 17.00 sampai dengan 21.00 malam," imbuhnya.

Lebih lanjut, petugas Jogoboro sendiri memang harus bekerja ekstra. Apalagi ketika malam minggu dimana jumlah pengunjung di Malioboro mencapai puncaknya. Petugas Jogoboro sendiri berjumlah 24 di hari-hari biasa. Sedangkan, di malam Minggu sendiri jumlahnya ditambah.

"Jumlahnya kalau malam minggu menjadi 36. Kalau dari jam 00.00 WIB sampai pagi itu hanya 12 orang yang jaga, karena kan sudah landai. Itu sudah kami tambah personelnya. Kalau hari biasa hanya 24 personel. Kami harus kerja ekstra memang," terang Ekwanto.

Adapun, petugas Jogoboro sendiri melakukan penjagaan di lima zona yang sudah diterapkan di Malioboro. Kelima zona di Malioboro sendiri telah disiapkan agar masyarakat maupun pengunjung yang datang dicek terlebih dahulu suhu tubuhnya dan diimbau untuk melakukan scanning barcode. Zona satu sendiri di sisi timur terdapat mulai dari Hotel Inna Garuda sampai dengan zona kelima di titik nol.

Sedangkan, zona satu di sisi barat mulai dari depan Mirota batik sampai dengan zona kelima yang terdapat di rel stasiun tugu Yogyakarta.

"Masing-masing zona itu kan kapasitasnya 500 orang. Jika sudah mendekati angka 500 orang di setiap zonanya, petugas Jogoboro nantinya akan berkoordinasi dengan Radio Malioboro jika zona tertentu sudah mendekati angka 500. Nanti alarm dari Radio akan bunyi jika sudah 500, mau tidak mau wisatawan diminta untuk bergeser," ungkapnya.

Upaya scanning barcode, lanjut Ekwanto, juga akhirnya menimbulkan kerumunan imbas dari jumlah kunjungan wisatawan ke Malioboro yang membludak. Akhirnya, personel Jogoboro mengantisipasinya dengan mempersilahkan wisatawan untuk masuk terlebih dahulu dan melakukan scanning barcode di zona selanjutnya.

"Kunjungan wisatawan masih terbatas dari bus pariwisata. Bus ada juga yang dari Palembang. Paling banyak berasal dari mobil pribadi yang berasal dari Purworejo, Klaten, dan Magelang," tutupnya.