Ini Tiga Partai yang Belum Bersikap di Pilkada Bantul

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
11 Agustus 2020 17:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul dalam Pilkada serentak 2020 kurang dari sebulan, namun masih ada tiga partai politik yang belum menyatakan sikap dukungan terhadap pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati.

Mereka masih menimbang bakal pasangan calon yang akan didukung. Ketiga partai tersebut, yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Demokrat, dan Partai Bulan Bintang (PBB). Sementara tujuh partai lainnya sudah menyatakan dukungan.

Tujuh partai tersebut adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Nasdem.

PDIP dan PKB sudah resmi mengusung pasangan Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo. Sementara tujuh partainlainnya mengusung pasangan Suharsono-Totok Sudarto.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD PAN Bantul, Wildan Nafis mengatakan, sampai saat ini PAN belum menentukan sikap dengan pertimbangan masih mengkaji elektabilitas masing-masing bakal calon. Pihaknya tidak ingin asal mendukung dengan harapan paslon yang didukung pAN harus menang.

Ia mengklim PAN merupakan partai penentu kemenangan dalam Pilkada 9 Desember mendatang. Dengan jumlah kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul lima kursi dan suara dalam pemilihan legislatif 2019 lalu sebanyak 55.384 suara menjadi modal yang perlu dipertimbangkan paslon.

"Kami butuh pertimbangan yang matang dan tidak asal dalam memberikan dukungan," kata Wildan. Pihaknya masih menjalin komunikasi politk dengan dua paslon baik Halim-Joko maupun Suharsono-Totok. Namun Wildan tidak memungkiri konunikasi paling intens baru dengan Halim-Joko.

Sementara Partai Demokrat masih menjalin komunikasi dengan dua paslon. Bahkan Ketua DPC Demokrat Bantul, Nur Rakhmat Juli Purwanto menyatakan jika ada pihak yang mengklaim Demokrat sudah mendukung Suharsono-Totok itu tidak benar alias hoaks.

Kendati demikian Demokrat akan ikut mengusung salah satu paslon, "Pekan depan, Mas. Insyallah [keputusan Demokrat menyatakan dukungan pada paslon]," ujar Nur Rakhmat.