Penanganan Covid-19: Belanja Sektor Kesehatan di Sleman Capai Rp165 Miliar

Ilustrasi. - Freepik
13 Agustus 2020 06:27 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Kepala Bidang Akuntansi dan Pelaporan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, Eko Yuliati menuturkan serapan anggaran pada APBD tahun ini di Sleman cukup baik lantaran sudah melebihi 50%. Badan ini mencatat dari besaran anggaran Rp2,5 triliun itu sudah terealisasi mencapai Rp1,5 triliun.

"Secara keseluruhan sudah terealisasi 56,58% dari anggaran yang ada," ujar Eko kepada Harianjogja.com, Rabu (12/8/2020).

Penyerapan paling besar, lanjutnya, berasal dari sektor kesehatan sebesar Rp165,8 milyar. Adanya Covid-19 membuat realisasi anggaran di sektor ini cukup tinggi.

BACA JUGA : Sultan Minta Serapan Anggaran di Atas 95% 

Kemudian, sektor kedua yang tertinggi yaitu pendidikan sebesar Rp130,5 milyar disusul sektor perumahan dan fasilitas umum sebesar Rp109,6 milyar. "Sepertinya ini karena pembangunan gedung dewan dan penataan ruang," terangnya.

Untuk mengoptimalkan penyerapan anggaran sekaligus menggerakkan perekonomian, Pemkab Sleman akan memberikan pinjaman lunak pada pelaku UMKM lewat UPT Pengelolaan Dana Penguatan Modal.

"Pemkab Sleman kan punya UPT dana bergulir, kami berikan pinjaman lunak ke UMKM. Tahun ini kami tambah penguatan modal sebesar Rp3 milyar di anggaran perubahan," kata dia.

BACA JUGA : Imbas Corona, APBD Bantul Hanya Terserap 39,18

Sejumlah dinas terkait juga didorong untuk lakukan digitalisasi marketing dan kerjasama dengan UMKM untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) untuk penanganan Covid-19.