Sempat Sepi karena Hoaks Pedagang Positif Covid-19, Ini Kondisi Pasar Pakem Sekarang

Penyemprotan disinfektan dilakukan pada Kamis (13/8/2020) di Pasar Pakem, Sleman setelah ada salah seorang tukang kredit keliling atau mindring yang biasanya beraktivitas di pasar itu dikonfirmasi positif Covid-19. - Ist/Dok. Kepala Desa Pakembinangun, Suranto
13 Agustus 2020 20:27 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Hoaks  pedagang Pasar Pakem, Kecamatan Pakem, Sleman, positif Covid-19 beberapa waktu lalu membuat geliat jual beli di pasar ini menurun. Berbagai cara kini dilakukan untuk meyakinkan publik bahwa Pasar Pakem aman dikunjungi untuk berbelanja.

Staf UPT Pasar Pakem Susilo mengatakan kabar bohon yang menyebut seorang pedagang di Pasar Pakem terjangkit Covid-19 beredar pada pada Jumat (7/7) lalu melalui aplikasi perpesanan WhatsApp. Akibatnya, pasar sepi.

BACA JUGA: Hari Pertama Diterapkan di DIY, 30 Orang Terkena Tilang Elektronik

Susilo mengatakan yang dinyatakan positif terinfeksi Corona bukan pedagang, melainkan tukang kredit keliling atau mindring di pasar itu. Menurut hasil tes swab oleh Dinas Kesehatan Sleman, WT, tukang kredit itu, positif Covid-19 pada Jumat.

"Sejak kabar itu beredar, lalu hari Sabtu [8/8/2020] sampai Minggu [9/8/2020] sepi, baru hari Senin [10/8/2020] hingga hari ini sedikit demi sedikit kunjungan bertambah. Sebenarnya Covid-19 sudah bikin pasar sepi, tapi kejadian [isu] kemarin memang terasa dampaknya," kata Susilo, Kamis (13/8/2020).

Meski begitu, pasar tidak pernah ditutup. Tim dari PMI, Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan, serta pengelola pasar langsung melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh area pasar sejumlah beberapa kali sejak ada kabar tersebut.

BACA JUGA: Pelaku Intoleransi di Solo Diciduk Lagi, Kapolda Janji Tak Beri Ruang Kelompok Intoleran

Pengelola pasar selalu berkeliling setiap hari mengimbau para pedagang dan pengunjung untuk selalu menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, yaitu memakai masker dan menjaga jarak. Selain itu, seluruh warga pasar juga diminta mencuci tangan dengan sabun yang sudah disediakan di beberapa titik keluar masuk di Pasar Pakem.

"Kami koordinasi dengan puskesmas dan Satgas Tugas Covid-19 Kecamatan Pakem untuk keliling, memberi edukasi pedagang dan pembeli supaya menaati protokol kesehatan. Fokus kami imbau pedagang, sebab kalau pedagangnya sendiri tidak pakai masker, pembeli juga takut," tutur Susilo.

BACA JUGA: Nama Warga Dicatut untuk Dukung Calon Independen, Pamong Desa di Gunungkidul Diminta Mundur

Susilo menuturkan pedagang yang tidak berjualan adalah pedagang yang punya kontak erat dengan salah satu pasien positif. Beberapa di antara mereka juga ada yang melakukan rapid test mandiri. "Kalau yang lain tetap jualan," ucapnya.

Dari penelusuran kontak yang dilakukan Dinas Kesehatan Sleman, rapid test dijalankan terhadap 14 orang yang memiliki kontak dengan pasien positif baik pedagang maupun keluarga pasien. "Semua nonreaktif. Hanya satu saja yang positif yaitu tukang kredit keliling itu," kata Joko.

Tukang kredit tersebut diketahui positif Covid-19 karena yang bersangkutan melakukan rapid test mandiri. Dari rapid test tersebut ia diketahui reaktif, kemudian dilanjutkan swab test yang rupanya hasilnya positif. "Tes sendiri, dilakukan karena ketentuan dari dinas dan pihak pasar supaya bagi yang biasa keluar-masuk pasar melakukan tes mandiri," tambahnya.

Ia mengimbau dan meminta masyarakat untuk kembali belanja dan beraktivitas seperti biasa. Dia pun menggunakan media sosial dengan menyebarkan informasi yang bisa menarik pengunjung kembali datang ke Pasar Pakem.

"Sekarang media sosial paling ampuh. Kami jaring paguyuban, pedagang, untuk berbagi informasi, intinya menarik pengunjung dan pedagang masuk kembali ke Pasar Pakem. Pasar Pakem aman dikunjungi," ujarnya.