Korban Diduga Ratusan, Penyintas Bertekad Polisikan Dosen Swinger

Ilustrasi - Pixabay
18 Agustus 2020 18:37 WIB Hery Setiawan (ST18) Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Awal Agustus 2020 lalu jagat maya dikejutkan dengan video pengakuan seorang dosen berinisial BA. Ia mengaku telah melakukan tindak kekerasan seksual kepada sejumlah perempuan.

Salah seorang penyintas, Illian Deta Arta Sari bertekad ingin menyeret BA ke kepolisian. Pasalnya, BA telah menjalankan aksinya sejak tahun 2004. Waktu yang cukup lama hingga pelaku mengakui perbuatannya sendiri melalui video di akun Facebook pribadi. Sementara hukum belum memihak para penyintas.

Berdasarkan cerita yang ia bagikan, pada bulan Maret 2004, BA masih berstatus sebagai mahasiswa D3 Ekonomi UGM. Kala itu ia harus berurusan dengan pihak berwajib lantaran tindakan kekerasan seksual yang ia lakukan kepada seorang perempuan berinisial N di Gedung Pusat UGM. BA pun menjadi tahanan kota.

Sayangnya, babak penanganan kasus BA pada waktu itu belum berpihak kepada penyintas. BA memang ditahan, tapi tak melalui proses hukum lanjutan. Ia malah dilepaskan, kemudian lulus studi dan diketahui sampai menjadi dosen tamu di sebuah kampus swasta.

“Dia itu udah dilaporkan ke polisi tahun 2004. Dia ditahan, lalu dilepaskan,” ujar Illian, Selasa (18/8/2020).

Satu hal yang juga ia sayangkan adalah kasus tersebut menguap begitu saja. Penahanan BA pada tahun 2004, nyatanya tak memberi efek jera. BA terus melakukan aksinya hingga melahirkan banyak korban. Modusnya, seperti yang diberitakan sebelumnya. Korban mendapatkan chat yang mengandung muatan swinger alias seks bertukar pasangan.

BACA JUGA: 18 Warga DIY Hari Ini Dilaporkan Terinfeksi Corona

Atas dasar itu, Illian pun bertekad menyeret BA ke meja hukum. Tak cuma itu, melalui sebuah kiriman di akun Facebook pribadinya, ia juga membuka wadah laporan bagi penyintas lain yang juga ingin menjerat BA. Saat dihubungi Harianjogja.com, Illian mengaku sudah ada sekitar 30 orang yang sudah berbicara dengannya terkait tindakan BA.

“Kalau ditotal sampai tahun 2020, ada sekitar 300 korban. Semuanya arahnya diajak bicara swinger, meski modusnya beda-beda,” katanya.

Kendati banyak korban, tak mudah buat mereka untuk melaporkan tindakan BA kepada pihak kepolisian. Pasalnya, kata Illian, korban masih mengalami tekanan psikologis. Untuk itulah ia membuka wadah pelaporan melalui kontak pribadi dan hotline Rifka Annisa.