Pemulung Asal Bantul Ini Rawat Puluhan Kucing yang Ditemukan di Jalan

Pemulung bernama Sugianto membawa kucing yang dia temui di jalan untuk dirawat saat melintas di Jalan Kaliurang (Jakal), Mlati, Sleman, Selasa (18/8/2020). - (SuaraJogja.id - Muhammad Ilham Baktora)
18 Agustus 2020 21:37 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Seorang pemulung asal Bantul melakukan perbuatan mulia dengan merawat kucing sakit yang ditemukan di jalan.

Hidup dengan keterbatasan sebagai pemulung, seorang pria asal Dusun Kadipiro, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul tetap menebar kebaikan kepada makhluk ciptaan Tuhan. Bukan saja kepada manusia, pria bernama Sugianto ini juga rela mengobati dan memberi makan pada kucing yang ditemuinya di jalan saat memulung sampah.

Pria 46 tahun ini, saat ditemui Suara.com-jaringan Harianjogja.com di Jalan Kaliurang (Jakal), Kecamatan Mlati, Sleman, menerangkan bahwa kepeduliannya pada kucing-kucing di jalanan berawal saat kucing miliknya pernah sakit hingga dilarikan ke rumah sakit hewan. Ia juga harus merogoh kocek yang cukup besar untuk kesembuhan kucingnya.

BACA JUGA: Telah Kantongi Rekomendasi, Gua Pindul Dibuka

"Dulu saya punya kucing, kemudian sakit hingga harus di rawat inap dan ongkosnya juga tidak sedikit. Padahal, saya tidak punya duit. Lalu saya berpikir, bagaimana dengan kucing yang ada di pinggir jalan? Siapa yang mengurus mereka? Dari kejadian itu, saya belajar untuk merawat kucing walaupun saya orang tidak mampu," ujar Sugianto, Selasa (18/8/2020).

Bukan karena ingin mendapat perhatian orang, pria lajang ini membantu hewan telantar di pinggir jalan karena merasa bahwa aksinya itu murni panggilan hati.

"Jadi ya bukan keterpaksaan, ya hanya panggilan hati saja, jadi kalau dibilang maksain diri ya enggak juga walaupun saya orang tidak punya. Bukankah tidak salah orang miskin membantu kucing yang ada di pinggir jalan?" terangnya.

Menjalankan keseharian sebagai pemulung, Sugianto mengendarai sepeda motor yang sudah dipasangi gerobak berukuran 2x1 meter berisi sejumlah barang-barang pribadinya.

Selain itu, ia menyisihkan sebagian tempat berupa kandang untuk membawa kucing yang dia temukan di jalanan.

Di gerobak miliknya tersebut juga tertulis kutipan dan doa yang Sugianto buat sendiri, yaitu "Ya Allah, berilah rezeki pada pemulung ini agar bisa merawat kucing di jalanan yang terlantar atau sakit. Amin."

"Saya beroperasi mulai dari jam 05.00-09.00 WIB. Jika keluar sore, saya berangkat dari pukul 17.00-20.00 WIB. Kucing yang saya temukan biasanya saya taruh di kandang. Pernah sehari bisa merawat 42 kucing yang saya temukan di jalan," kata dia.

Sugianto, yang sehari-hari hidup di jalanan, pun kerap mendapatkan halangan. Hujan salah satunya. Kucing yang dibawanya harus segera ia tutupi dengan terpal karena kebanyakan menderita sakit scabies.

"Saya khawatir dengan kucing yang saya bawa. Jika saya sendiri bisa saja pakai jas hujan, nah kucing saya ini yang kasian, makanya saya bawa terpal sehari-hari agar lukanya tidak kena air. Saya sebenarnya ngontrak juga di Ngemplak, tapi mendapatkan cibiran warga, akhirnya saya hidup di jalan saja," terangnya.

Merawat kucing yang dia temukan di jalan tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sugianto pun berupaya menambah penghasilan dengan membuka jasa reparasi laptop dan ponsel. Ia kerap dipanggil orang untuk memperbaiki gawai yang mengalami kerusakan.

"Biasanya saya menerima panggilan dari orang-orang yang saya kenal di jalanan. Jika ada yang membutuhkan servis handphone, saya datangi," jelas dia.

Dalam satu bulan, Sugianto mengaku bisa menghabiskan sebanyak Rp2 juta untuk merawat kucing. Uang tersebut dia dapatkan dari jasa perbaikan ponsel dan laptop.

"Ya selain dari itu, ya hasil saya mulung. Saya tenang saja kok soal rezeki itu, karena saya masih punya Allah SWT," ungkap Sugianto.

Sumber : Suara.com