Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Sejumlah warga mengantre untuk mendapatkan jatah air bersih. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul menyebut kapanewon yang terdampak kekeringan cukup parah pada musim kemarau tahun ini terjadi di Kapanewon Girisubo. Sejumlah sumber air dan bak penampungan air milik warga di kapanewon itu sudah mengering.
"Memang beberapa kapanewon di Gunungkidul pada musim kemarau ini sudah menunjukkan tanda-tanda krisis air, terutama di Girisubo yang berdasarkan laporan sudah banyak sumber air yang kering. Bak penampungan air milik warga juga sudah kosong," kata Kepala BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (18/8/2020).
BACA JUGA : Ribuan Warga di Gunungkidul Mulai Kekurangan Air, Ini
Pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di kapanewon tersebut. Droping air juga dilakukan di kapanewon lain yang telah mengajukan permohonan bantuan air bersih, yakni Rongkop, Ponjong, Ngawen, Panggang, Purwosari, Semanu dan Tanjungsari. Pelaksanaan droping air itu sudah berlangsung sejak awal musim kemarau, tepatnya pada akhir Juli 2020 lalu.
"Kami sudah siapkan anggaran dari APBD kabupaten sebesar Rp740 juta. Itu untuk keperluan operasional truk pengangkut tangki air dan sebagainya. Dari anggaran ini juga dialokasikan untuk 2.000 tangki air bersih guna keperluan droping air," ujar Edy.
Edy menjelaskan, selain delapan kapanewon yang disebutkan di atas, ada beberapa kapanewon lain yang sebenarnya telah melaporkan potensi kekeringan tapi belum mengajukan bantuan, sehingga pihaknya belum melakukan droping air. Kapanewon itu meliputi Tepus, Paliyan dan Saptosari.
"Laporan soal potensi kekeringan sudah masuk, tapi belum ada pengajuan untuk bantuan air bersih," terang Edy.
BACA JUGA : Atasi Kekeringan, BPBD Gunungkidul Siapkan Dana Rp900
Dikatakan Edy, kekeringan sebagai dampak musim kemarau tahun ini sebenarnya belum separah tahun lalu. Ia bisa menyebut demikian karena berdasarkan data total jiwa terdampak pada tahun ini lebih sedikit dibandingkan 2019. Hingga pertengahan Agustus 2020, tercatat ada 94.000 jiwa terdampak kekeringan di Gunungkidul. Sedangkan pada pertengahan Agustus tahun lalu, jumlah jiwa yang terdampak menembus 100.000 jiwa.
"Dan untuk saat ini status kita belum darurat [kekeringan], tapi masih siaga. Kalau nantinya anggaran kita sudah habis, sementara wilayah kekeringan masih mengajukan bantuan, baru dinaikkan ke status darurat," ujarnya.
Krisis Air
Panewu Girisubo, Agus Riyanto mengatakan warga masyarakat Girisubo sudah mulai merasakan krisis air sebagai dampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Pihaknya mencatat warga terdampak kekeringan di Girisubo sebanyak 11.675 jiwa atau 3.311 KK.
Lebih lanjut ia menjelaskan hampir semua kalurahan di Girisubo telah mengajukan permintaan droping air bersih kepada BPBD Gunungkidul dan mulai akhir Juli kemarin melalui dana kapanewon sudah mulai melaksanakan droping air bersih.
"Ya memang benar Girisubo sudah mengalami krisis air, untuk sementara pemenuhan air bersih melalui bantuan droping baik dari BPBD maupun dana kapanewon," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
KA Prameks Jogja–Kutoarjo tambah jadwal 27 Mei–1 Juni 2026 saat libur Iduladha. Cek jam keberangkatan lengkap dan informasi perjalanan.
BMKG memprakirakan cuaca DIY Iduladha 27 Mei 2026 berawan di semua wilayah dengan suhu 22–31°C dan kelembapan hingga 99 persen.
Jadwal lengkap film TV libur Iduladha 2026 di TRANS TV, ANTV, RCTI, SCTV, dan Trans 7 dari horor hingga aksi Hollywood.
FIFA umumkan hadiah Piala Dunia 2026 tembus Rp11,66 triliun, juara mendapat Rp890 miliar dan semua tim dijamin miliaran rupiah.
Studi JATO Dynamics ungkap mobil hybrid butuh jarak jauh untuk balik modal, dipengaruhi harga BBM dan selisih harga beli.