Mensos Juliari Tetapkan Desa Temon Sebagai Kawasan Siaga Bencana

Mensos Juliari P. Batubara saat menyaksikan simulasi dalam penetapan Kawasan Siaga Bencana di Kulonprogo, Rabu (19/8/2020). - Ist/Kemensos.
20 Agustus 2020 11:17 WIB Sunartono Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Kementerian Sosial menetapkan Kawasan Siaga Bencana (KwSB) di Kulonprogo tepatnya di Temon, Galur, Panjatan dan Karangwuni karena memang kawasan tersebut termasuk rawan.

Menteri Sosial Juliari P Batubara mengungkapkan kawasan siaga bencana diharapkan dapat mengantisipasi dan mengurangi risiko. Karena sesuai arahan Presiden Jokowi bahwa kesiapsiagaan harus ditingkatkan di daerah rawan.

Baca juga: Salut, Pemuda Ini Ubah Nasib Warga Dusunnya lewat Inovasi Kebun Anggur

"Dipilihnya Kulonprogo sebagai daerah KwSB karena memang rawan bencana. Kami mencanangkan 471 Kawasan Siaga Bencana se-Indonesia termasuk di Kulonprogo" kata Juliari, Kamis (20/8/2020).

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Pepen Nazaruddin mengatakan KSB fokus memberikan edukasi ke masyarakat. Sekaligus memfasilitasi penyusunan Standar Pelayanan Minimal bidang Penanggulangan Bencana yang mengatur pembagian tugas dan kewenangan antara pusat dan daerah dalam penanggulangan bencana. Sehingga kawasan yang ditunjuk diberi sarana dan prasarana bagi pengungsi jika terjadi bencana.

Baca juga: Kepala BKKBN Hasto Wardoyo: Prewedding Habis Rp20-30 juta, tapi Asam Folat Rp10.000 Tidak Dibeli

"Salah satunya fasilitas tenda berjendela yang dapat dengan cepat dipasang di lokasi bencana. Tenda ini bisa disekat sehingga jika ada satu keluarga yang mengungsi dapat dikumpulkan menjadi satu. Sertaa bisa diperuntukan khusus bagi pengungsi yang sakit," ujarnya.

Fasilitas lain adalah motor dapur lapangan yang dapat mengantarkan makanan kepada pengungsi yang tidak dapat dijangkau mobil dapur umum. "Sesuai arahan Presiden Jokowi bahwa penanganan pangungsi jika terjadi bencana harus maksimal dan jangan sampai mereka kelaparan," kata Juliari.

Kemensos memberikan bantuan kepada  Kulonprogo dan Pemda DIY total Rp1,6 miliar yang terdiri dari bantuan logistik untuk empat lumbung sosial KSB masing-masing sebesar Rp160 juta, truk serbaguna senilai Rp445 juta, motor dapur umum Rp55 juta. Sedangkan bantuan logistik untuk Pemda DIY senilai Rp460 juta.