Didik Nini Thowok Tampil Menari Lagi setelah Vacum karena Covid-19

Didik Nini Thowok/Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo \\n
24 Agustus 2020 19:27 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Covid-19 membuat seniman Didik Nini Thowok tidak tampil menari selama empat bulan. Namun belakangan ini, dalam rangka merayakan hari kemerdekaan Indonesia, ia akhirnya bisa kembali mentas, menampilkan tari Jathilan di Hartono Mall.

Melalui kanal YouTubenya, didikninithowok, penari legendaris Indonesia itu kembali menunjukkan pentas tari terbarunya. Ia mengaku senang dapat kembali tampil di atas panggung setelah lama vakum.

Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan ke-75 Bangsa Indonesia, Didik tampil membawakan tari Jathilan Ponorogo di Hartono Mall Yogyakarta.

Tidak sendiri, ia secara khusus mengundang rekan senimannya dari Ponorogo bernama Dirman. Dibantu dua orang penari pria lainnya, mereka akan membawakan tari Jathilan Ponorogo.

Untuk mempersiapkan penampilannya, Didik dan seluruh penari sudah merias wajah di Sanggar Tari milik Didik. Tiba di Hartono Mall pukul 14:00 WIB ia dan timnya kembali melakukan persiapan.

"Masih one hour later tapi kita masih prepare supaya nanti gak buru-buru. Karena kalau buru-buru nanti gak konsentrasi," terang Didik dalam videonya.

Baca Juga: Melahirkan Bayi Berat 4 Kg secara Normal Bisa Berefek Buruk ke Vagina

Bersama dengan penari asal Ponorogo, Didik tampil dalam grup 2D (Didik dan Dirman). Mereka sama-sama menggunakan kostum kebaya berwarna merah muda yang dipadukan dengan jarik dan seperangkat aksesoris lainnya.

Sementara dua penari lainnya menggunakan kostum bernuansa merah dan putih. Mereka membuka tarian dengan berlari sambil membawa bendera negara Indonesia yang dibiarkan berkibar-kibar terkena angin.

Demi menjaga kesehatan, Didik dan Dirman pentas dengan tetap mengenakan face shield. Menunggangi kuda mainan berwarna putih keduanya berlenggak-lenggok di atas panggung sesuai dengan irama lagu.

Selain asyik menari mengikuti irama berdua, di akhir pentas Didik dan Dirman turut membawa penonton ke atas panggung. Dengang menyampirkan selendang di leher, mereka mengajak penonton untuk menari bersama.

Setidaknya ada empat orang yang ikut menari di atas panggung. Dengan alunan gending jawa yang memikat. Mereka menari dengan gaya bebas sesuai iringan lagu yang diputar.

"Jangan menilai sesuatu hanya dari tampilannya saja. Sehingga kita harus mengerti apa artinya, apa filosofinya. Bahwa seni budaya yang beragam di Indonesia ini luar biasa," terang Didik usai pentas.

Baca Juga: Hasil Penelitian, Menulis Tujuan Besar Ternyata Bisa Dorong Penghasilan Lebih Tinggi

Ia mengingatkan, betapa berharganya keragaman budaya yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia. Baginya, seluruh masyarakat harus bangga dengan keberagaman yang ada di negara maritim ini. Didik berpesan kepada masyarakat agar tidak hanya jadi penonton tapi juga menjadi pelaku kesenian.

Usai pertunjukkan, Didik sedikit kewalahan meladeni banyaknya permintaan foto-foto dengan para penonton. Pada dasarnya ia tidak ingin menolak, namun ia juga khawatir karena saat ini Indonesia masih dikepung pandemi.

"Senang sekali, ini pertama kalinya tampil di depan umum. Setelah empat bulan tidak tampil sama sekali di depan umum," ujar Didik.

Meski mengaku senang bisa kembali tampil di depan umum serta menghibur penonton. Namun, Didik masih merasakan adanya perbedaan dengan pertunjukkan selama belum pandemi.

Sejak diunggah Sabtu (22/8/2020), video berdurasi 8 memit 30 detik itu sudah disaksikan lebih dari dua ribu kali. Ada seratus lebih pengguna YouTube yang menekan tombol suka dan belasan komentar ditinggalkan warganet.

Sumber : suara.com