PKS DIY Siap Menangkan 3 Paslon yang Diusung meski Bukan dari Kader Internal

Tiga paslon yang diusung PKS dalam Pilkada DIY 2020. - Ist/PKS.
30 Agustus 2020 05:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Memiliki kader yang bisa menjadi kontestan Pilkada merupakan keberhasilan tersendiri bagi suatu partai politik. Namun tak sedikit partai yang harus merelakan dukungan untuk diberikan kepada kader partai lain karena tidak ada potensi kader internal yang bisa diajukan untuk menjadi kontestan.

Kenyataan ini harus diterima oleh PKS DIY. Partai ini memberikan dukungan koalisinya untuk kader eksternal di tiga wilayah Pilkada DIY. Mengingat tidak ada satu pun kadernya turut menjadi figur yang dipertarungkan dalam Pilkada DIY.

BACA JUGA : Dukung Suharsono-Totok di Pilkada Bantul, PKS Janjikan

Padahal kursi PKS sebenarnya tidak terlalu buruk di legislatif. Di Gunungkidul dan Bantul, PKS masing-masing memiliki empat kursi dan di Sleman enam kursi anggota dewan untuk periode 2019-2024. Sehingga harus melakukan koalisi dengan partai lain jika ingin mengusung paslon dalam Pilkada. Dari sisi peroleh suara Pemilu 2019 di DIY, PKS berada di urutan kedua setelah PDIP.

Namun partai ini tak berhasil menyorongkan kadernya untuk bisa dipinang agar mendapatkan dukungan koalisi dari partai lain di Pilkada 2020. Sebaliknya PKS harus puas memasrahkan dukungan kepada paslon dari luar PKS.

“Kebetulan di antara enam ini [cabup dan cawabup di Sleman, Bantul dan Gunungkidul] tidak ada satu pun kader. Kader kami sebenarnya banyak, tetapi dalam menentukan pilihan kami mempertimbangkan beberapa hal dan akhirnya memilih untuk memberikan dukungan kader dari luar, mungkin bisa disebut simpatisan,” kata Ketua DPW PKS DIY Darul Falah, Minggu (29/8/2020).

PKS DIY secara resmi memberikan dukungan kepada pasangan Suharsono-Totok Sudarto di Pilkada Bantul. Suharsono selain sebagai petahana Bupati Bantul, dia tercatat sebagai politikus Partai Gerindra. Sedangkan di Gunungkidul, PKS DIY berkoalisi untuk mendukung pasangan Rektor UNY Profesor Sutrisna Wibawa-Mahmud Ardi Widanto. Ardi saat ini merupakan Ketua DPD PAN Bantul. Begitu juga di Sleman, dukungan diberikan kepada Sri Muslimatun-Amin Purnomo yang juga bukan merupakan kader PKS. Sri Muslimatun merupakan petahana yang masih menjabat sebagai Wakil Bupati Sleman. Penandatangan pakta integritas ketiga paslon yang diusung PKS dilakukan pada Sabtu (29/8/2020).

BACA JUGA : Yakin Ada Partai yang Mengusung Maju di Pilkada Sleman 

“Enggak tahu kalau nanti [ke depan] ternyata Profesor Sutrisna Wibawa misaolnya bersedia menjadi kader PKS,” kata Falah.

Ia mengatakan, pemberian dukungan itu telah melalui telaah yang panjang dengan melihat hasil survei serta elektabilitas sosok yang didukung. Selain itu memiliki kesamaan visi dengan PKS dalam upaya pembangunan di wilayah DIY. PKS sempat memunculkan nama Ketua DPC PKS Bantul Amir Syarifudin, namun dalam perjalanannya belum berhasil.

Meski bukan kader internal yang maju, Falah menyatakan sepenuhnya suara PKS akan diberikan kepada ketiga pasangan tersebut dan siap memenangkannya. Kesiapan pemenangan sudah dibentuk jaringan sampai ke dusun. Ia meyakini pasangan yang didukung PKS bisa memenangkan semuanya.

“Karena PKS DIY mendapatkan suara peringkat kedua saat Pemilu 2019, ini modal besar untuk memenangkan Pilkada, maka target kami bisa memenangkan 100 persen,” ujarnya.

BACA JUGA : Sikap Resmi PKS di Pilkada Bantul Belum Jelas

Profesor Sutrisna Wibawa menilai PKS memiliki integritas, komitmen, solidaritas dan selalu memperjuangkan kebenaran. Ia merasa cocok dengan nilai-nilai tersebut. Sehingga sepakat untuk menerima dukungan dari PKS. “Ini sesuai dengan visi saya, bahwa harus main bersih, santun dan mengutamakan kebenaran,” katanya.