Kasus HIV-AIDS Gunungkidul Bertambah, 13 Anak Terpapar
Kasus HIV/AIDS di Gunungkidul bertambah 36 hingga Mei 2026. Dinkes mencatat 372 pasien rutin berobat, termasuk 13 anak.
Sejumlah warga ikut kegiatan bersih-bersih di kawasan Hutan Wonosadi dalam program Gerakan Bisa yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Kalurahan Kampung, Ngawen. Minggu (30/8/2020). /Harianjogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, NGAWEN–Dinas Pariwisata Gunungkidul bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melaksanakan program Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman) untuk memperkuat pelaksanaan sektor kepariwisataan di era baru. Total di Gunungkidul sudah ada sembilan destinasi yang ikut didalam gerakan ini.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti menyambut baik dilaksanakannya gerakan bisa yang diprakarsai oleh kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif. Menurut dia, pelaksanaan kegiatan ini sangat bermanfaat, khususnya mempersiapkan destinasi wisata di tengah adanya penyebaran pandemi virus corona.
BACA JUGA : BOB Kampanye Gerakan BISA di Destinasi Wisata Jawa
Asti menjelaskan, untuk program ada beberapa kegiatan yang melibatkan pengelola wisata maupun masyarakat di sekitar destinasi. Di dalam pelaksanaan juga ada bantuan stimulan untuk memperkuat pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru seperti pemberian alat cuci tangan dengan sabun hingga fasilitas untuk kegiatan bersih-bersih di kawsaan destinasi.
“Kali diselenggarakan di kawasan Hutan Wonosadi di Kalurahan Kampung, Ngawen. Total sudah ada sembilan destinasi yang ikut gerakan ini,” kata Asti kepada wartawan, Minggu (30/8/2020).
Dia menjelaskan, untuk uji coba pariwisata di Gunungkidul sudah dibuka di 27 destinasi. Adapun pelaksanaannya tetap mengacu protokol kesehatan mencegah penyebaran virus corona.
BACA JUGA : Gerakan BISA dan Pakai Masker Diterapkan
“Protokol kesehatan ini jadi syarat utama dan harus dipenuhi pengelola agar wisata bisa dikembali dibuka selama uji coba,” ungkapnya.
Pelaksana Harian Direktur Kelembagaan, Deputi Sumber Daya dan Kelembagaan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Hendry Noviardi mengatakan, program gerakan bisa diselenggarakan di seluruh Indonesia. Salah satunya dilaksanakan di Kabupaten Gunungkidul.
Dia menjelaskan, program gerakan bisa dilaksanakan sejalan dengan prinsip adaptasi kebiasaan baru sehingga di lokasi wisata benar-benar aman dikunjungi. Hendry menuturkan, tujuan dari kegiatan ini untuk memastikan kondisi di sekitar destinasi benar-benar menerapkan prinsip bersih indah, sehat dan aman. Oleh karenanya, ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan secara padat karya yang melibatkan masyarakat sekitar.
BACA JUGA : Gerakan Ini Diluncurkan untuk Bangkit Perekonomian
“Di dalam kegiatan kami bantu menyediakan Alat Perlindungan Diri [untuk mendukung adaptasi kebiasaan baru]. Adapun pelaksanaan dilakukan selama dua hari, hari pertama difokuskan untuk kebersihan lingkungan. Sedangkan hari kedua dilakukan upaya mempercantik kawasan wisata sehingga menarik minat pengunjung,” katanya.
Sekretaris Dinas Pariwisata DIY, Titik Sulistiyani menyambut baik dilaksanakannnya gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman untuk mendukung penyelenggaraan sektor pariwisata sesuai dengan adaptasi kebiasaan baru guna mencegah penyebaran virus corona. Menurut dia, Pemerintah DIY sangat konsen untuk memastikan pelaksanaan wisata sesuai dengan protokol kesehatan sehingga terus melakukan monitoring dan evaluasi.
“Total ada 51 destinasi wisata yang dilakukan simulasi. Kami akan terus melakukan pengawasan dengan tujuan pelaksanaan tetap memperhatikan protokol kesehatan sehingga sektor pariwisata bisa benar-benar aman dari penyebaran corona,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus HIV/AIDS di Gunungkidul bertambah 36 hingga Mei 2026. Dinkes mencatat 372 pasien rutin berobat, termasuk 13 anak.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 7 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak jam keberangkatan dan tarif terbaru Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 6 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Polresta Sleman menangkap pelaku pembegalan bersenjata tajam yang merampas motor, ponsel, dan dompet milik pekerja di Pakem. Polisi segera menggelar rilis kasus
Memberi minum kepada korban kecelakaan ternyata bisa berbahaya. Simak penjelasan medis mengenai risiko tersedak, aspirasi, hingga gangguan penanganan darurat.
Gaji baru masuk tetapi saldo rekening cepat menipis? Simak empat cara mengelola pengeluaran rutin agar keuangan tetap aman hingga akhir bulan.