Perkuat Pariwisata di Era Baru, Gunungkidul Gelar Program Gerakan BISA

Sejumlah warga ikut kegiatan bersih-bersih di kawasan Hutan Wonosadi dalam program Gerakan Bisa yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Kalurahan Kampung, Ngawen. Minggu (30/8/2020). - Harianjogja/David Kurniawan.
31 Agustus 2020 14:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, NGAWEN–Dinas Pariwisata Gunungkidul bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melaksanakan program Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman) untuk memperkuat pelaksanaan sektor kepariwisataan di era baru. Total di Gunungkidul sudah ada sembilan destinasi yang ikut didalam gerakan ini.

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti menyambut baik dilaksanakannya gerakan bisa yang diprakarsai oleh kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif. Menurut dia, pelaksanaan kegiatan ini sangat bermanfaat, khususnya mempersiapkan destinasi wisata di tengah adanya penyebaran pandemi virus corona.

BACA JUGA : BOB Kampanye Gerakan BISA di Destinasi Wisata Jawa

Asti menjelaskan, untuk program ada beberapa kegiatan yang melibatkan pengelola wisata maupun masyarakat di sekitar destinasi. Di dalam pelaksanaan juga ada bantuan stimulan untuk memperkuat pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru seperti pemberian alat cuci tangan dengan sabun hingga fasilitas untuk kegiatan bersih-bersih di kawsaan destinasi.

“Kali diselenggarakan di kawasan Hutan Wonosadi di Kalurahan Kampung, Ngawen. Total sudah ada sembilan destinasi yang ikut gerakan ini,” kata Asti kepada wartawan, Minggu (30/8/2020).

Dia menjelaskan, untuk uji coba pariwisata di Gunungkidul sudah dibuka di 27 destinasi. Adapun pelaksanaannya tetap mengacu protokol kesehatan mencegah penyebaran virus corona.

BACA JUGA : Gerakan BISA dan Pakai Masker Diterapkan

“Protokol kesehatan ini jadi syarat utama dan harus dipenuhi pengelola agar wisata bisa dikembali dibuka selama uji coba,” ungkapnya.

Pelaksana Harian Direktur Kelembagaan, Deputi Sumber Daya dan Kelembagaan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Hendry Noviardi mengatakan, program gerakan bisa diselenggarakan di seluruh Indonesia. Salah satunya dilaksanakan di Kabupaten Gunungkidul.

Dia menjelaskan, program gerakan bisa dilaksanakan sejalan dengan prinsip adaptasi kebiasaan baru sehingga di lokasi wisata benar-benar aman dikunjungi. Hendry menuturkan, tujuan dari kegiatan ini untuk memastikan kondisi di sekitar destinasi benar-benar menerapkan prinsip bersih indah, sehat dan aman. Oleh karenanya, ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan secara padat karya yang melibatkan masyarakat sekitar.

BACA JUGA : Gerakan Ini Diluncurkan untuk Bangkit Perekonomian

“Di dalam kegiatan kami bantu menyediakan Alat Perlindungan Diri [untuk mendukung adaptasi kebiasaan baru]. Adapun pelaksanaan dilakukan selama dua hari, hari pertama difokuskan untuk kebersihan lingkungan. Sedangkan hari kedua dilakukan upaya mempercantik kawasan wisata sehingga menarik minat pengunjung,” katanya.

Sekretaris Dinas Pariwisata DIY, Titik Sulistiyani menyambut baik dilaksanakannnya gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman untuk mendukung penyelenggaraan sektor pariwisata sesuai dengan adaptasi kebiasaan baru guna mencegah penyebaran virus corona. Menurut dia, Pemerintah DIY sangat konsen untuk memastikan pelaksanaan wisata sesuai dengan protokol kesehatan sehingga terus melakukan monitoring dan evaluasi.

“Total ada 51 destinasi wisata yang dilakukan simulasi. Kami akan terus melakukan pengawasan dengan tujuan pelaksanaan tetap memperhatikan protokol kesehatan sehingga sektor pariwisata bisa benar-benar aman dari penyebaran corona,” katanya.