Viral Parkir di Sekitar Taman Pintar Kelewat Mahal, Ini Tanggapan Dishub Jogja

Ilustrasi. - Freepik
02 September 2020 21:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Seorang warga mengeluhkan tarif parkir kelewat mahak yang harus dibayarkan ketika memarkirkan mobil untuk Salat Magrib di sekitar Taman Pintar. 

Warga tersebut bernama Abu Alula, 35, penduduk Kasihan, Bantul. Abu mengaku kejadian tidak mengenakkan tersebut ia alami pada Senin (31/8/2020) sekitar pukul 17.30 WIB lalu. Pada saat itu, Abu menjemput keluarganya yang sedang menikmati liburan di Malioboro, Jogja.

"Pada saat itu saya ingin menjemput keluarga saya, sesampainya di depan BI, azan Magrib sudah berkumandang, akhirnya saya salat di masjid yang ada di dekat Taman Pintar sekaligus memarkirkan kendaraan saya di sebelah selatan masjid atau di dekat Toko Buku Shopping," ujar Abu, Selasa (2/9/2020).

Keluarga Abu sudah mendahului ke Malioboro dengan menggunakan andong. Abu menyusul keluarganya pada pukul 17.10 WIB. Sekembalinya Abu ke mobil, ia dihampiri oleh seorang  juru parkir yang tidak memakai seragam. Abu kemudian langsung memberikan uang Rp10.00p kepada juru parkir tersebut.

"Saya tanya ke juru parkirnya, 'Kembaliannya mana pak biasanya kan Rp5.000 ya?' Lalu si juru parkir bilang, 'Enggak, pak, Rp10.000.' Saya kemudian bertanya lagi, 'Kok mahal ya.' Dia menjawab iya memang mahal sekarang," ujar Abu.

Saat itu, Abu memang tidak berniat untuk memotret atau bertanya lebih jauh mengapa tarif parkir yang dibebankan kepadanya terlampau mahal. Saat itu sudah gelap sehingga menyulitkan Abu untuk mengambil bukti. Jika pun menggunakan flash kamera handphone, dia khawatir akan timbul masalah yang panjang antara dirinya dan si juru parkir. Abu kemudian menceritakan pengalamannya di Facebook dan keluhannya viral.

"Akhirnya saya biarkan saja dan sampai rumah unek-unek ini saya sampaikan di media sosial Facebook dan mendapat respons dari netizen, saya datang itu padahal tidak dapat karcis parkir," sambung Abu.

Abu juga belum berencana untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang. Namun, ketika ada pendampingan yang diberikan kepadanya, ia bersedia untuk melaporkan hal tersebut. Abu juga tidak mempunyai bukti yang konkret atas kejadian yang menimpanya tersebut.

"Sementara di situ kan tidak dapat karcis, jika akan lapor ke dinas perhubungan juga kan setahu saya harus ada bukti, tapi jika ada yang mendampingi, saya bersedia untuk melaporkannya. Tapi jika sendiri, sementara ini belum," jelasnya.

Abu juga berharap kejadian yang menimpanya tidak terjadi dialami orang lainnya. Ia juga mengharapkan agar juru parkir yang melanggar aturan bisa ditindak.

Jangan Takut Melapor

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja, Agus Arif Nugroho, menerangkan pengunjung yang merasa dirugikan bisa segera melaporkan kejadian hal tersebut. 

"Selama ini kami juga buka pelaporan lewat Jogja Smart Service (JSS) kan. Mereka juga bisa datang ke kantor, syukur kalau membawa alat bukti," tegas Agus.

Agus mengatakan tempat parkir di sekitar Taman Pintar masuk dalam kawasan 1. Artinya, tarif parkir untuk mobil memang dibanderol seharga Rp5.000. Namun, pemberlakuan tarif progresif memang diterapkan di kawasan tersebut. 

"Di sana sudah berlaku progresif, satu jam pertama Rp5.000. Selanjutnya, dua jam kemudian naik 100 persen, jadi Rp10.000," sambung Agus.

Agus tidak menutup mata atas kejadian yang menimpa Abu. Dishub akan menelusuri kasus tersebut. Namun, pihaknya tidak akan langsung memberi hukuman kepada juru parkir.

"Yang jelas kami tidak akan membiarkan dan segera menindaklanjuti ketika pengunjung melaporkan hal tersebut. Namun, kami juga harus menelusuri terlebih dahulu, bisa jadi pengunjung mengatakan hanya satu jam, ternyata karena asyik berlibur sampai 1 jam lebih," ungkapnya.

Setiap pengendara mobil atau motor bahkan bus, perlu meminta karcis kepada juru parkir untuk menghindari hal buruk seperti yang menimpa Abu Alula.