9 Calon Kades di Bantul Gugur Saat Tahap Seleksi Administrasi

Ilustrasi. - Antara
02 September 2020 07:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Sebanyak 9 orang calon kepala desa di Bantul dinyatakan gugur dan gagal lolos dalam seleksi administrasi jelang pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak, 27 Desember mendatang.

Kesembilan orang tersebut gagal setelah tidak mengumpulkan syarat dan berkas yang harus dipenuhi pada tahapan pendaftaran.

“Dari 84 pendaftar, hanya 75 orang yang lolos syarat administrasi dalam Pilkades serentak untuk 24 desa di Bantul,” kata Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah (Setda) Bantul Kurniantoro, Selasa (1/9/2020).

Baca juga: Jogja Pasar Empuk Peredaran Rokok Ilegal

Menurut dia, dari kesembilan calon yang gugur tersebut, termasuk di dalamnya ada lima calon untuk desa Srimulyo, Piyungan, Bantul. Di mana, saat di buka, pendaftaran, dari 24 desa, jumlah calon yang maju menjadi kepala desa paling banyak dipegang oleh desa Srimulyo, Piyungan.

“Ada 7 pendaftar, tapi setelah seleksi hanya dua yang lolos. Kesembilan yang tidak lolos itu sebagian besar karena kurang dalam kelengkapan administrasi dan tak penuhi syarat,” lanjutnya.

Lebih lanjut Toro-panggilan akrab Kurniantoro memaparkan, usai dinyatakan lolos administrasi, maka tahapan selanjutnya yang harus dilalui adalah penetapan calon sekaligus pemberian nomor calon. Proses ini akan dilakukan pada 3 hingga 5 September. Sedangkan pengumuman nama-nama sekaligus nomor calon akan dilakukan oleh Pemkab Bantul pada 7 hingga 15 September mendatang.

Baca juga: Pemkot Jogja Akui Corona Banyak Menular di Tempat Kerja & Lingkungan Keluarga

“Untuk desa baru akan melakukannya mulai 9 hingga 17 September,” terang dia.

Setelah tahapan pengumuman dilakukan, maka tahapan akan dihentikan sementara. Toro memastikan tahapan akan kembali dibuka pada 21 Desember untuk kampanye calon kepala desa. Meski dihentikan, dan tahapan dilaksanakan bersamaan dengan Pilkada Bantul, namun Toro memastikan hal ini tidak akan menjadi kendala.

“Sebab, saat ini kan hanya administratif. Semua tahapan lainnya akan dilaksanakan usai Pilkada,” ungkap dia.

Mengenai mekanisme kampanye yang nantinya akan dilakukan usai Pilkada, Toro menyatakan, tidak akan dilakukan dengan melibatkan banyak orang. Kampanye untuk Pilkades akan digelar dengan jumlah peserta terbatas dan mengedepankan protokol kesehatan.

“Soal mekanisme nantinya panitia pelaksana yang akan menentukan. Kami melarang adanya rapat umum, dan harus mengedepankan penerapan protokol kesehatan,” katanya.

Bupati Bantul Suharsono berharap agar masyarakat Bantul untuk tidak golput pada Pilkades kali ini. Agar tahapan dan pelaksanaan berjalan lancar, pihaknya berharap panitia bekerja sama dengan Polres Bantul dan Kodim Bantul untuk terus menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban.

“Jangan sampai ada konflik di tingkat masyarakat. Kami harapkan Polres dan Kodim membantu menjaga dan menciptakan kondusifitas masyarakat,” harapnya.