900 Ton Gandum Sudah Dikirim ke Palestina, Laju Peduli Ungkap Sumbernya
Laju Peduli telah mengirim lebih dari 900 ton gandum ke Palestina selama delapan tahun. Bantuan dihimpun dari sedekah masyarakat.
Padhikta Swastika saat menyerahkan berkas pendaftaran anak keduanya sebagai peserta BPJS Kesehatan, Kamis (3/9/2020)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Padhikta Swastika menyadari betapa besar manfaat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi keluarganya. Selain istrinya, Salma, ia juga mendaftarkan anak pertamanya Naila sebagai peserta BPJS Kesehatan. Kini, Dhikta mendaftarkan lagi anak keduanya sebagai peserta JKN untuk jalur mandiri. "Iya, mengurus pendaftaran anak kedua saya," katanya saat ditemui di Kantor BPJS Cabang Sleman, Kamis (3/9/2020).
Berdasarkan Perpres No.82/2018 tentang Jaminan Kesehatan, bayi yang baru lahir wajib didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan. Dikutip dalam Perpres tersebut, pada Pasal 16 disebutkan bayi baru lahir dari Peserta Jaminan Kesehatan wajib didaftarkan kepada BPJS Kesehatan.
Syarat pendaftaran bayi yang lahir juga mudah. Selain menyertakan kartu asli milik ibu peserta JKN, juga menyerahkan surat keterangan lahir dari dokter atau bidan puskesmas/klinik/rumah sakit, kartu keluarga orang tua, dan persyaratan lainnya. "Kebetulan proses kelahiran normal, jadi setelah lahir saya mengurus administrasi untuk mendaftarkan anak kedua saya sebagai peserta BPJS Kesehatan," katanya.
Lamanya proses pendaftaran anak keduanya, lebih disebabkan faktor sinkronisasi administrasi kependudukan di Disdukcapil. Akta kelahiran, misalnya, baru diterima setelah tiga bulan. Dhikta mengaku mengurus akta kelahiran melalui puskesmas di sekitar tempat tinggalnya.
Kendala lainnya yang dia hadapi adalah proses sinkronisasi kartu identias anak (KIA). Dhikta menyebut meskipun KIA sudah diterima namun kartu tersebut belum langsung teraktivasi sehingga proses pendaftaran menjadi tersendat. "Sebenarnya proses layanan pendaftaran anak kedua saya di BPJS Kesehatan cepat, hanya input sebentar sudah selesai. Cuma nomor KIA belum bisa keluar, ini yang menjadi kendala," katanya.
Secara umum Dhikta tidak mempermasalahkan pelayanan di BPJS Kesehatan. Karena menurutnya, kesalahan yang terjadi lebih disebabkan kendala teknis di Disdukcapil. "Makanya saya mengurus kembali ke Disdukcapil agar segera mengaktivasi KIA anak saya. Untuk pelayanan di BPJS Kesehatan tidak ada masalah," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Laju Peduli telah mengirim lebih dari 900 ton gandum ke Palestina selama delapan tahun. Bantuan dihimpun dari sedekah masyarakat.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 19 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap dan waktu tiba di Stasiun Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 19 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket sebesar Rp8.000.
Pemerintah mendorong pemberdayaan 22,5 juta penerima bansos agar kesejahteraan meningkat, kemiskinan berkurang, dan masyarakat mandiri.
Osteoporosis pada usia di atas 50 tahun meningkatkan risiko patah tulang panggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan. Simak cara pencegahannya.
Ramalan 12 zodiak 19-25 Oktober 2026 membahas perubahan diri, hubungan, keuangan, hingga prioritas hidup Aries sampai Pisces.