Sistem Baru Penebusan Pupuk Bersubsidi Disebut Lebih Menguntungkan Petani

Pupuk bersubsidi - Ilustrasi/JIBI
05 September 2020 06:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Penebusan pupuk bersubsidi menggunakan Kartu Tani disebut-sebut lebih menguntungkan petani karena bisa meminimalkan penyelewengan harga oleh distributor maupun pengecer. Penyaluran pupuk melalui sistem baru ini juga dijamin lebih tepat sasaran.

"Ya dengan sistem baru ini, ada jaminan kepada petani bahwa penyaluran pupuk bersubsidi ke depan bakal lebih tepat sasaran dan harganya sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Aris Nugraha, dalam pertemuan tentang percepatan implementasi penebusan pupuk dengan Kartu Tani, di Aula Adikarto, Kompleks Pemkab Kulonprogo, Kamis (3/9/2020).

Aris mengatakan jaminan tepat sasaran dan tidak adanya penyelewengan harga itu karena dalam Kartu Tani telah berisi data mengenai kuota pupuk bersubsidi, sesuai dengan kebutuhan petani yang bersangkutan. Jumlah kuota yang diterima itu tergantung dari luas lahan yang dimiliki setiap petani yang di input dalam data elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

Adapun dalam program ini, petani membayar pupuk bersubsidi melalui bank yang sudah ditunjuk pemerintah. Pembayaran itu sesuai dengan kuota dan harga pupuk subsidi.

"Distributor dan kios menjadi kunci keberhasilan penyaluran pupuk bersubsidi agar bisa sampai ke tangan petani yang berhak sesuai dengan mekanisme yang ada," ucapnya.

Aris mengatakan penebusan pupuk bersubsidi melalui mekanisme baru ini merupakan keputusan Kementerian Pertanian yang ditindaklanjuti dengan keluarnya Surat Keputusan (SK) Direktorat Jenderal Sarana dan Prasarana Pertanian Kementan No. 498/SR.320/08/2020 tertanggal 19 Agustus 2020 tentang Surat Keputusan kepada Kuasa Pengguna Anggaran subsidi pupuk tentang penagihan penebusan pupuk bersubsidi menggunakan dashboard Bank. Per 1 September penyaluran pupuk bersubsidi menggunakan sistem kartu tani.

"Untuk wilayah Kulonprogo, kami memilih Kapanewon Kokap sebagai lokasi percontohan, ke depan akan menyeluruh se-Kulonprogo," kata dia.

Perwakilan Kanwil BRI Jogja, Atik, menuturkan program ini akan melindungi hak-hak petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi sesuai dengan yang sudah ditentukan. Kios Pupuk Lengkap (KPL) akan membantu petani dan membantu pemerintah untuk mengawasi penggunaan pupuk bersubsidi ini agar tepat sasaran.

"Selain menebus pupuk bersubsidi, Kartu Tani juga bisa digunakan untuk sarana menabung dan transaksi selaikanya rekening tabungan pada umumnya," ucapnya.

Distributor Pupuk Petrokimia Gresik Kapanewon Galur, Rohadi, mendukung  program Kartu Tani yang bisa digunakan untuk menebus pupuk bersubsidi. Namun menurutnya masih ada kendala di lapangan  yang harus segera dicari solusinya. Kendala itu di antaranya adanya Kartu Tani yang saldonya masih kosong.

“Ini perlu segera dicarikan solusi, sebab dengan kosongnya saldo Kartu Tani, kami selaku KPL tidak bisa menyalurkan pupuk bersubsidi," ucapnya.