Advertisement
Ubah Limbah Jadi Rupiah, IKM Kayu Disambangi Kustini Sri Purnomo
Ketua Dekranasda Sleman, Kustini Sri Purnomo saat menyambangi industri kecil menengah Dari Kayu yang berlokasi di Dusun Jitengan, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman pada Senin (7/9/2020). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri.
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN--Pandemi Covid-19 memukul semua sekot tak terkecuali bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kendati demikian, di tengah lesunya perekonomian masyarakat, masih ada pelaku UMKM yang bertahan dan terus produksi.
Salah satunya ialah industri kecil menengah (IKM) Dari Kayu milik Catur Purwadi yang terletak di Dusun Jitengan, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman. IKM dengan 19 tenaga kerja yang memproduksi panel dinding berbahan limbah kayu jati ini masih eksis dan produksi di tengah pandemi.
Advertisement
"Kami tetap bertahan. Selama pandemi ini tidak ad karyawan yang diputus hubungan kerjanya maupun potong gaji. Bahkan untuk tunjangan hari raya pun kami berikan penuh," kata Catur ketika ditinjau Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sleman pada Senin (7/9/2020).
BACA JUGA : Dekranasda Sleman Dukung Percepatan Kebangkitan IKM
IKM yang sudah berdiri sejak tujuh tahun lalu ini terus berupaya untuk berinovasi dan memperluas pemasaran supaya tetap bisa mensejahterakan belasan pegawainya. Saat ini, produk panel dinding Dari Kayu bahkan sudah menembus pasar internasional dengan diekspor ke Prancis, Jerman, dan Belanda.
"Kami upayakan untuk tetap produksi karena pegawai kami umumnya berasal dari keluarga prasejahtera di sekitar sini. Dari Pemkab Sleman kemarin juga dapat dana talangan dapat untuk backup pembelian material," imbuhnya.
Ketua Dekranasda Kabupaten Sleman, Kustini Sri Purnomo mengapresiasi usaha Catur untuk IKM Dari Kayu yang memberdayakan sejumlah warga prasejahtera di sekitar lokasi IKM. Tak lupa, ia juga memberikan dukungan dan motivasi supaya IKM bisa berinovasi di tengah pandemi.
"Di Sleman sudah ada Gedung Dekranasda yang bisa dimanfaatkan untuk pameran produk UKM supaya masyarakat luas mengetahui. Kalaupun produknya sudah ekspor, tapi mungkin ada juga masyarakat yang belum tahu kalau di Sleman ada UKM yang memanfaatkan limbah kayu untuk wall panel yang bisa menghasilkan dolar," papar Kustini.
BACA JUGA : Dekranasda Sleman Adakan Pre-Launching Sekaligus
Tak hanya memberikan ruang pamer, Kustini berharap Gedung Dekranasda yang terletak di Jalan Magelang, Desa Tridadi, Kecamatan Sleman ini juga bisa dimanfaatkan untuk agenda pelatihan UMKM. Pelatihan yang ada ia harap juga tak sekadar supaya UMKM bisa terus produksi, melainkan melebarkan sayap distribusi.
"Dekranasda ada untuk mengangkat semua UMKM di Sleman. Semua UMKM di Sleman harus tetap bergerak," tegas Kustini.
Perempuan yang juga mengawali karir sebagai wirausaha di bidang meubel ini pun memahami bahwa membangun dan mempertahankan usaha tentu tak mudah, terlebih di tengah pandemi. Namun, ia memberi pesan kepada para pelaku UMKM untuk terus kreatif dan inovatif, serta terus merangkul pegawai.
"Usaha itu harus ditekuni sungguh-sungguh. Kalau sudah bagus, jangan lupakan karyawannya, kesejahteraan harus dijaga. Karyawan bukan sebagai pembantu dan buruh, tapi mitra yang harus disejajarkan supaya usaha bisa maju," pesannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Bocah 9 Tahun Meninggal Dunia Akibat Ledakan Petasan di Semarang
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- KAI Siapkan Empat Jadwal KA Prameks Jogja Kutoarjo Jumat Ini
- Prakiraan Cuaca Hari Ini: Hujan Dominasi Seluruh Kabupaten di DIY
- KA Prameks Kutoarjo Jogja Operasikan Empat Perjalanan pada Jumat
- Kampanye Keselamatan, Komisi A DPRD DIY Ajak Pemudik Cek Kendaraan
- Jemaah Salat Id di Masjid Gedhe Meluber hingga Sekitar Alun-Alun
Advertisement
Advertisement








