Ubah Limbah Jadi Rupiah, IKM Kayu Disambangi Kustini Sri Purnomo

Ketua Dekranasda Sleman, Kustini Sri Purnomo saat menyambangi industri kecil menengah Dari Kayu yang berlokasi di Dusun Jitengan, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman pada Senin (7/9/2020). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri.
08 September 2020 09:47 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pandemi Covid-19 memukul semua sekot tak terkecuali bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kendati demikian, di tengah lesunya perekonomian masyarakat, masih ada pelaku UMKM yang bertahan dan terus produksi.

Salah satunya ialah industri kecil menengah (IKM) Dari Kayu milik Catur Purwadi yang terletak di Dusun Jitengan, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman. IKM dengan 19 tenaga kerja yang memproduksi panel dinding berbahan limbah kayu jati ini masih eksis dan produksi di tengah pandemi.

"Kami tetap bertahan. Selama pandemi ini tidak ad karyawan yang diputus hubungan kerjanya maupun potong gaji. Bahkan untuk tunjangan hari raya pun kami berikan penuh," kata Catur ketika ditinjau Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sleman pada Senin (7/9/2020).

BACA JUGA : Dekranasda Sleman Dukung Percepatan Kebangkitan IKM 

IKM yang sudah berdiri sejak tujuh tahun lalu ini terus berupaya untuk berinovasi dan memperluas pemasaran supaya tetap bisa mensejahterakan belasan pegawainya. Saat ini, produk panel dinding Dari Kayu bahkan sudah menembus pasar internasional dengan diekspor ke Prancis, Jerman, dan Belanda.

"Kami upayakan untuk tetap produksi karena pegawai kami umumnya berasal dari keluarga prasejahtera di sekitar sini. Dari Pemkab Sleman kemarin juga dapat dana talangan dapat untuk backup pembelian material," imbuhnya.

Ketua Dekranasda Kabupaten Sleman, Kustini Sri Purnomo mengapresiasi usaha Catur untuk IKM Dari Kayu yang memberdayakan sejumlah warga prasejahtera di sekitar lokasi IKM. Tak lupa, ia juga memberikan dukungan dan motivasi supaya IKM bisa berinovasi di tengah pandemi.

"Di Sleman sudah ada Gedung Dekranasda yang bisa dimanfaatkan untuk pameran produk UKM supaya masyarakat luas mengetahui. Kalaupun produknya sudah ekspor, tapi mungkin ada juga masyarakat yang belum tahu kalau di Sleman ada UKM yang memanfaatkan limbah kayu untuk wall panel yang bisa menghasilkan dolar," papar Kustini.

BACA JUGA : Dekranasda Sleman Adakan Pre-Launching Sekaligus

Tak hanya memberikan ruang pamer, Kustini berharap Gedung Dekranasda yang terletak di Jalan Magelang, Desa Tridadi, Kecamatan Sleman ini juga bisa dimanfaatkan untuk agenda pelatihan UMKM. Pelatihan yang ada ia harap juga tak sekadar supaya UMKM bisa terus produksi, melainkan melebarkan sayap distribusi.

"Dekranasda ada untuk mengangkat semua UMKM di Sleman. Semua UMKM di Sleman harus tetap bergerak," tegas Kustini.

Perempuan yang juga mengawali karir sebagai wirausaha di bidang meubel ini pun memahami bahwa membangun dan mempertahankan usaha tentu tak mudah, terlebih di tengah pandemi. Namun, ia memberi pesan kepada para pelaku UMKM untuk terus kreatif dan inovatif, serta terus merangkul pegawai.

"Usaha itu harus ditekuni sungguh-sungguh. Kalau sudah bagus, jangan lupakan karyawannya, kesejahteraan harus dijaga. Karyawan bukan sebagai pembantu dan buruh, tapi mitra yang harus disejajarkan supaya usaha bisa maju," pesannya.