Sosok Badingah: Sabar dan Bekerja dengan Ikhlas Menjadi Kunci

Talkshow Online yang digelar Harian Jogja dengan tema Belajar memimpin Gunungkidul dari Sosok Badingah, Rabu (9/9/2020). - Harian Jogja/David Kurniawan.
09 September 2020 16:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – Bupati Gunungkidul Badingah akan memasuki purna tugas sebagai kepala daerah di akhir Februari 2021. Sepak terjangnya sudah dirintis sejak pilkada 2005 yang lalu. Jerih payah yang dilakukan telah membuahkan hasil karena Kabupaten Gunungkidul bisa sejajar dengan wilayah lainnya di Indonesia.

Dia bercerita, pada saat masuk ke dunia politik di 2005 tidak memiliki background yang mendukung. Hal ini dikarenakan karier lebih banyak sebagai ibu rumah tangga dan pengusaha.

“Memang suami saya sempat menjadi Ketua DPRD Gunungkidul, tapi saat maju [Pilkada 2005] sudah berstatus orang tua tunggal karena suami saya sudah meninggal beberapa tahun sebelumnya,” kata Badingah dalam acara Talkshow Online yang digelar Harian Jogja dengan tema Belajar memimpin Gunungkidul dari Sosok Badingah, Rabu (9/9/2020).

Ia menuturkan, dukungan dari keluarga memberikan arti penting sehingga bisa memberikan peran dalam pembangunan di Bumi Handayani. Badingah pun bersyukur, dengan latar belakang sebagai pengusaha bisa memberikan peran dalam upaya pembangunan.

“Dengan latar belakang pengusaha, maka saya berpikir apa yang bisa dijual dengan cepat dan dampaknya bisa dirasakan masyarakat. Untuk itu, dengan melihat potensi yang ada, maka pariwisata dijadikan kunci dalam pengembangan,” katanya.

Selain itu, kunci didalam pengembangan Gunungkidul tidak hanya mengacu pada potensi. Namun demikian, untuk pengembangan juga memegang prinsip sabar dan ikhlas dalam menjalankan ketugasan sebagai bupati maupun wakil bupati.

“Saya ingin bermanfaat bagi masyarakat. Untuk mendukung itu, saya harus sabar dan bekerja dengan ikhlas dan sekarang sudah terlihat hasilnya,” ungkap Badingah.

Menurut dia, didalam menjalankan pemerintahan juga memberikan kewenangan penuh kepada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan inovasi dalam upaya peningkatan kinerja. Badingah pun mengakui tidak pernah marah kepada pegawai. Pada saat target tidak tercapai dengan baik, maka akan melakukan komunikasi terkait dengan permasalahan yang dihadapi. “Mereka sudah paham,” katanya.

Ia pun berharap pilkada berjalan dengan aman lancar dan damai. Diharapkan dari kontestasi ini menghasilkan pemimpin yang jujur adil, tidak ada kecurangan dan mendapatkan legitimasi yang kuat dari masyarakat.

“Kalau bukan kita semua yang menciptakan proses politik yang beretika, berdemokratis, bermartabat dan damai, siapa lagi,” ungkapnya.

Pemimpin BPD DIY Cabang Wonosari, Plati Soulistiyanti yang hadir sebagai narasumber mengatakan, kepemimpinan dari Bupati Gunungkidul Badingah patut menjadi teladan. Pasalnya, ia terus bersemangat dan bekerja keras untuk menjalankan segala ketugasan yang dimilikinya.

“Sangat memberikan inspirasi karena tetap gigih dan terus bekerja keras,” katanya.