Diduga Bakar Kekasihnya karena Cekcok, Pria Kulonprogo Ini Jadi Buron

Agus Trikoyopari Suda menjadi buron karena diduga membakat kekasihnya. - Istimewa
10 September 2020 12:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Agus Triyokopari Suda, pria yang diduga membakar perempuan paruh baya di Kulonprogo saat ini masih dalam pengejaran Polres Kulonprogo. Agus masuk dalam daftar pencairan orang (DPO).

Kasubbag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jefri, mengatakan telah menyebarkan informasi tersebut kepada masyarakat. Siapa pun yang melihat keberadaan pelaku, diimbau untuk segera melapor ke kepolisian terdekat, atau langsung menghubungi Call Center Kepolisian di nomor 110.

"Informasi tentang pelaku sudah kami sebarkan baik secara langsung kepada masyarakat lewat bhabinkamtibmas maupun media sosial. Kepada siap apun yang melihat pelaku mohon untuk melapor," kata Jefri kepada awak media, Kamis (10/9/2020).

BACA JUGA: Berawal dari Lansia yang Meninggal, Begini Awal Mula Lurah Kotabaru Terinfeksi Corona

Jefri mengatakan Agus, warga Dusun Sentolo Lor, RT 016 RW 008, Kalurahan Sentolo, Kapanewon Sentolo sempat terlihat menyervis kendaraannya di sebuah bengkel di Kota Jogja. Namun pria berusia sekitar 50 tahunan itu kemudian pergi dan menghilang.

Jefri mengatakan Agus diduga menganiaya kekasihnya, CA, 54, warga Dusun Tawang, Kalurahan Banyuroto, Kapanewon Nanggulan, pada Sabtu (5/9/2020). Kasusnya sudah masuk tahap penyidikan. Agus akan dikenakan pasal 353 atau 351 KUHP tentang penganiayaan yang direncanakan.

Jefri mengatakan CA sudah sadar tetapi masih sulit untuk dimintai keterangan. Agus ditetapkan sebagai terduga pelaku didasarkan atas keterangan anak korban selama proses penyidikan.

BACA JUGA: Sah! Ini 3 Kontraktor Penggarap Tol Solo-Jogja-YIA

Sebelumnya, Kapolsek Nanggulan, Kompol Yustinus Tarwoco Nugroho mengatakan peristiwa memilukan itu terjadi pada Sabtu lalu di sebuah jalan kampung yang tak jauh dari rumah korban, CA, 54.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, pembakaran ini bermula saat CA hendak berangkat kerja ke tempat pembuangan akhir (TPA) Banyuroto. Di tengah perjalanan korban bertemu dengan seorang laki-laki yang diduga kekasihnya.

Dalam pertemuan itu, korban dan pelaku diketahui adu mulut hingga berujung pada penyiraman bensin kepada CA. "Warga yang kebetulan lewat dan melihat kondisi korban terbakar kemudian melakukan pertolongan dan melarikan ke RSUD Wates. Akibat kejadian ini Ningsih mengalami luka bakar hingga 50 persen," ucap Yustinus.