19 Orang Positif Covid-19, Pasar Cebongan Sleman Ditutup 3 Hari

Ilustrasi - Pixabay
14 September 2020 17:37 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman akan menutup Pasar Cebongan di Mlati, Sleman, selama tiga hari dari Selasa (15/9/2020) sampai dengan Kamis (17/9/2020) setelah 19 orang dinyatakan positif Covid-19 dari hasil tracing penjaga toilet pasar yang terinfeksi virus Corona.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman Harda Kiswaya menyatakan penutupan ini dilakukan untuk seluruh pasar mulai Selasa besok. Sebelumnya, penutupan sudah dilakukan untuk satu blok pasar di mana penjaga toilet itu beraktivitas sehari-hari.

"Ini alternatif yang pahit. Yang dikhawatirkan adalah masyarakat akan takut datang kembali ke pasar meskipun nanti sudah dibuka lagi," kata Harda pada Senin (14/9/2020).

BACA JUGA: Sultan Jogja Izinkan Kampus DIY Gelar Kuliah Tatap Muka, Ini Syaratnya

Kabar penjaga toilet yang dinyatakan positif Covid-19 itu sempat menggegerkan masyarakat beberapa waktu terakhir. Sebab, pekan lalu beredar pesan berantai di kalangan warga yang mengandung ajakan untuk tidak berbelanja di pasar tersebut terlebih dahulu lantaran ada penjaga toilet positif Covid-19.

Menurut Harda yang juga menjabat Sekda Sleman, setelah ada kasus tersebut, tracing hanya dilakukan pada satu blok pasar. Dari penelusuran kontak itu, didapatkan lima orang lainnya juga positif. Kemudian, langkah yang diambil adalah menutup sementara blok tersebut. "Karena hanya satu blok yang kena, jadi sebelumnya pasar tetap buka," kata Harda.

Saat ini, tracing terhadap pedagang lain dan keluarga pedagang di pasar tersebut masih dilakukan. Yang ia khawatirkan, meskipun protokol kesehatan di pasar sudah dilakukan secara ketat, mobilitas pedagang tidak bisa dipantau secara menyeluruh karena ada dagangan yang didatangkan dari luar Sleman. "Sayuran ada yang didatangkan dari Magelang, juga bawang dari daerah Pantura," kata dia.

BACA JUGA: Mahasiswa UIN Jogja Positif Corona Sempat ke Kampus, Fakultas Lockdown 3 Hari

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan setelah ada satu penjaga toilet yang diketahui positif Covid-19 dan tracing dilakukan pada sejumlah orang yang berkontak erat dengannya, rupanya ada lagi satu pedagang yang diketahui positif pada Selasa (8/9/2020).

Dari temuan tersebut, Dinkes Sleman melakukan tracing kepada kurang lebih 100 orang dengan tes cepat maupun usap. Rupanya ada penambahan kasus lima orang positif Covid-19 dari kalangan pedagang dan keluarganya. "Lalu ada penambahan lagi 12 orang positif," imbuh Joko.

BACA JUGA: Lurah di Gunungkidul Positif Covid-19, Kantor Layanan Ditutup Sementara

Atas penambahan ini, saat ini akumulasi kasus positif Covid-19 di Pasar Cebongan ada 19 orang. Menurut Joko, penularan Covid-19 di Pasar Cebongan sudah bisa disebut kalster. Ia menambahkan, dari klaster ini sebagian besar yang terpapar Covid-19 berasal dari kalangan keluarga pedagang.

Ia meminta untuk kalangan yang sempat kontak erat dengan pasien positif untuk melakukan karantina mandiri untuk kemudian dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini, sebagian pasien positif dengan gejala ringan sampai sedang dirawat di rumah sakit, sementara sebagian besar yang tanpa gejala diisolasi di selter Asrama Haji Jogja.