Imbas Pedagang Positif Corona Beringharjo Sisi Timur Disterilisasi Total

Tim dari Dinas Kebakaran Kota Jogja menyemprotkan disinfektan pada Selasa (15/9) di Pasar Beringharjo Timur pasca ditemukannya satu pedagang yang positif Covid-19-Harian Jogja - Catur Dwi Janati
15 September 2020 18:57 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Satu kasus positif di Pasar Beringharjo Timur, membuat pasar tersebut terpaksa disterilisasi maksimal. Satu unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menyemprot disinfektan di dua lantai Pasar Beringharjo Timur.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja, Yunianto Dwi Sutono menyampaikan sterilisasi pasar dilakukan menindaklanjuti adanya satu pedagang yang positif di Pasar Beringharjo Timur. Menurut penuturannya, sebenarnya disinfektan di Pasar Beringharjo dilakukan setiap hari padi dan sore oleh petugas pasar menggunakan alat semprot manual. "Kalau yang Beringharjo setiap hari kita punya petugas, setiap hari pagi dan sore kalau pasar-pasar yang lain ada yang dua hati sekali, ada yang tiga hari sekali dan sebagainya," ujarnya Selasa (15/9/2020) di Pasar Beringharjo.

"Walaupun secara rutin kuta sudah lakukan penyemprotan, tetapi hari ini supaya hasilnya bisa maksimal, pasar kita tutup," tambah Yunianto. Selama satu hari Pasar Beringharjo Timur terpaksa ditutup dan buka kembali pada Rabu (16/9/2020). Khusus beberapa pedagang di sekitar pasien yang positif diminta untuk isolasi mandiri hingga hasil Swab keluar. "Tapi kalau itu memang harus tutup, nanti kita tutup, jadi kita sementara libur satu hari," imbuhnya.

Pelaksanaan protokol secara ketat telah dilakukan di Pasar Beringharjo. Yunianto menerangkan wajib masker, cuci tangan, jaga jarak melalui tali pembatas, penerapan kode QR hingga pemusatan akses masuk melalui dua pintu juga telah dilakukan. "Tapi hal tersebut tidak 100 persen dijamin, jadi harus ada kesadaran dari para pedagang sendiri untuk di mana dia melakukan interaksi di masyarakat dengan pembeli," terangnya.

Implementasi Kode QR di Pasar Beringharjo pun masih terus berjalan hingga kini. Yunianto menyebutkan Kode QR masih digunakan dan bila dibutuhkan dapat membantu untuk melakukan Tracing. "Jadi kalau secara protokol kita sudah on the track, and sesuai dengan aturan dan kita ketatkan, kalau enggak pakai masker kita suruh pulang," tegas Yunianto. Dari segi pemasok barang, Yunianto menegaskan sejak awal wajib membawa surat sehat bagi distributor terutama yang berasal dari zona merah.

Selain itu langkah preventif lain guna antisipasi penyebaran dilakukan dengan menganjurkan bagi seluruh pedagang, bila sakit untuk libur. "Ketika ada yang sakit, kita sudah komunikasikan dengan paguyuban pedagang, ketika sakit enggak usah jualan, ketika enggak jualan istirahat dan isolasi mandiri," jelasnya. Anjuran ini juga yang diterapkan kepada penjual gori yang positif.