Tak Perlu Sinyal, Canva Hadirkan Fitur Offline untuk Desain
Canva resmi menghadirkan fitur Canva Offline yang memungkinkan pengguna tetap edit desain tanpa koneksi internet.
Sejumlah wartawan asal negara Arab Saudi melihat dari dekat proses pembuatan gerabah di Desa Wisata Kasongan, Bantul, 13 Desember 2018./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL—Desa Wisata Kasongan belum mengajukan rekomendasi untuk menerima rombongan wisatawan sejak pandemi Covid-19. Akan tetapi, hal itu tidak membuat sejumlah lembaga pendidikan pembuatan gerabah di Kasongan berpangku tangan. Sementara, pesanan gerabah justru meroket.
Salah satunya adalah Lembaga Pendidikan Gerabah Nangsib Keramik milik Dicky Bisma Putra. Lembaga pendidikan ini tetap melayani keluarga dan rombongan di bawah 30 orang. Namun, sampai kini, belum ada yang datang ke lokasi pendidikan gerabah tersebut.
BACA JUGA: Piknik ke Grojogan Watu Purbo Sleman, Zaskia Adya Mecca Jaga Jarak Sampai 15 Meter
“Karena tamu terakhir yang datang itu dari Lampung, 14 Maret kemarin. Sampai sekarang pun belum ada rombongan lainnya,” kata Dicky, Rabu (16/9/2020).
Menurut dia, sebelum pandemi melanda, setidaknya ada 700 orang datang ke lembaga yang didirikannya untuk berlatih membuat gerabah. Mereka mengikuti pelatihan dengan mengambil beberapa paket yang disediakannya. Akan tetapi, setelah pandemi, kondisinya berbeda. Hingga akhir tahun ini tercatat belum ada rombongan wisatawan dengan jumlah besar memesan tempat dan mengambil paket pelatihan yang ditawarkan.
“Kalau keluarga masih ada beberapa. Tetapi kalau rombongan sejauh ini belum ada lagi,” lanjutnya.
BACA JUGA: Hendak Salip Motor di Tikungan, Mobil Berisi Lima Orang Nyemplung Selokan
Sementara, pesanan gerabah di tempatnya justru meningkat sejak pandemi. Banyak pesanan berupa fasilitas penunjang protokol kesehatan seperti wastafel. “Utamanya pesanan lokal,” katanya.
Pengelola Koperasi Kasongan Usaha Bersama (KUB), Sundari mengatakan, saat ini industri gerabah di wilayahnya mulai menggeliat. Utamanya setelah lebaran. Panyak pesanan pot-pot tanaman dan wastafel. Bahkan, beberapa waktu terakhir, dia mendapatkan pesanan empat pikap gerabah.
BACA JUGA: Pakar UGM: Ini Penyebab Masyarakat Melanggar Protokol Kesehatan Covid-19
“Karena sekarang memang banyak pesanan lewat online,“ ucapnya.
Terpisah Sekretaris Dinas Pariwisata Annihayah mengungkapkan, sejauh ini desa wisata Kasongan memang belum mengajukan rekomendasi pembukaan untuk wisatawan dalam skala besar. Sebab, baru ada dua desa wisata yang telah mengajukan yakni Manding dan Mangunan.
“Untuk Krebet, Kasongan baru buka showroom saja. Untuk paket menginapnya belum siap,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Canva resmi menghadirkan fitur Canva Offline yang memungkinkan pengguna tetap edit desain tanpa koneksi internet.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.