Sejumlah Nakes Jatuh Sakit, Begini Awal Mula Terbongkarnya Kasus Corona di Puskesmas Gedongtengen

Ilustrasi. - Freepik
20 September 2020 17:37 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Ditutupnya Puskesmas Gedongtengen dan Puskesmas Wirobrajan Kota Jogja menambah panjang kasus Covid-19 di kalangan tenaga kesehatan (nakes) di wilayah ini. Kendati harus tutup beberapa saat, guna tetap berikan layanan kesehatan maka warga dialihkan ke puskesmas lainnya.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi sebelumnya pada Sabtu (19/9/2020) menyebutkan jika penyebab Puskesmas Gedongtengen empat dokter, lima perawat dan tiga analis dinyatakan positif. Namun informasi tersebut diralat Heroe pada Minggu (20/9/2020) bahwa hanya satu orang nakes di Puskesmas Gedongtengen yang terkonfirmasi positif.

"Ini sekaligus ralat info yang kemarin, sebab dokter, bidan, dan surveilans tersebut saat ini masing Swab dan menunggu hasilnya," jelasnya. Dia menambahkan, dikarenakan termasuk kontak erat, maka beberapa nakes tersebut masih menjalani isolasi mandiri.

Kepala Puskesmas Gedongtengen, Tri Kusumo Bawono menceritakan garis besar kronologi kasus nakes di Puskesmas Gedongtengen.

Mulanya, petugas Puskesmas Gedongtengen hari senin diuji Swab pada Senin (14/9/2020) dengan tanpa gejala. Dia menjelaskan selama September beberapa nakes ada yang izin karena sakit. Lalu pada Senin (14/9/2020) setelah diakukan rapid test ternyata hasilnya reaktif dan saat diuji swab hasilnya positif pada Jumat (18/9/2020). "Karena hasil swab keluar sore, kami membuat surat penutupan [puskesmas] kan susah," jelasnya.

Alhasil Puskesmas Gedongtengen ditutup pada Sabtu (19/9/2020) sampai Senin (21/9/2020). Tri menjelaskan, selama ditutup puskesmas akan didisinfektan setiap hari.

BACA JUGA: Bantah Isu Dirinya Positif Covid-19, Mendagri Tito: Saya Sudah Beberapa Kali Tes

"Kami diperbolehkan tutup selama tiga hari untuk dilakukan disinfektan tiap hari, teman-teman kami diminta karantina, terutama yang kontak erat," terangnya. Selama tutup, Tri menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Puskesmas Ngampilan dan Puskesmas Jetis untuk mengalihkan pelayanan kesehatan ke sana.

Saat ini Tri sedang menelusuri siapa saja yang kontak erat dengan pasien positif di bagian laboratorium Puskesmas Gedongtengen. "Bukan dokter, petugas laboratorium yang positif, ini kan warga Bantul yang sekarang di shelter," jelasnya.

Lebih lanjut Tri menjelaskan jika dirinya dan nakes lain berisiko karena analis laboratorium yang bersangkutan kalau pagi makan bersama. Dia menyebut saat makan bersama terdiri dari kelompok yang berisi sekitar 10 orang. "Nah makan bareng ini kan enggak pakai masker berarti," jelasnya.