Dapat Nomor Urut 3 di Pilkada Gunungkidul, Ini Maknanya Menurut BWH

Pasangan Bambang Wisnu Handoyo-Benyamin Sudarmadi (Babe) mendapatkan nomor 3 dalam pengundian nomor urut calon kepala daerah Gunungkidul di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Kamis (24/9/2020). - Harian Jogja/David Kurniawan
24 September 2020 16:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pasangan Bambang Wisnu Handoyo-Benyamin Sudarmadi (Babe) mendapatkan nomor 3 dalam pengundian nomor urut calon kepala daerah Gunungkidul yang berlangsung di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Kamis (24/9/2020). Angka ini pun dianggap sebagai nomor keberuntungan karena identik dengan nomor PDI Perjuangan selaku pengusung.

Calon bupati Bambang Wisnu Handoyo mengaku puas dengan pengundian nomor urut yang dilakukan oleh KPU Gunungkidul. Menurut dia, nomor 3 yang diperoleh memiliki banyak makna dan sejak awal dia sudah yakin akan mendapatkan angka ini.

Bambang menjelaskan angka tiga dari sisi politik identik dengan PDI Perjuangan selaku partai pengusung. Dari sisi filosofis, angka tiga meliputi cipta, rasa dan karya. Menurut BWH, sapaan akrabnya, untuk bisa berkarya, maka ketiga unsur ini harus dimiliki.

“Angka tiga erat dengan saya karena saat pemaparan dalam penjaringan, saya mengusung konsep Trigati yang terdiri dari demokrasi, Negara Kesatuan Republik Indonesia [NKRI] dan keistimewaan. Tiga konsep inilah yang digunakan untuk pembangunan Gunungkidul yang lebih baik lagi,” katanya, kemarin.

BWH mengaku mendapatkan banyak keberuntungan. Dia mencontohkan, pada saat pengambilan nomor urut untuk pengundian, calon wakilnya, Benyamin Sudarmadi, memperoleh angka sepuluh. Ini berarti, pasangan Babe harus mengambil yang paling akhir.

Meski demikian, BWH tidak mempermasalahkan dan malah memiliki keyakinan akan mendapatkan angka 3. “Sejak tahu Mas Ben mendapatkan angka 10, di dalam hati saya yakni dapat nomor tiga. Ternyata benar. Di dalam pengundian tidak memilih karena tiga udian sudah diambil calon lain, sedangkan saya yang terakhir,” katanya.

Menurut dui, angka 10 dan 3 memiliki banyak makna.

“Angka 10 bisa dilihat dari partisipasi saya untuk menyumbangkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian kepada Sri Sultan HB X dan Sri Paduka Pakualam X secara beruntun. Angka tiga dan sepuluh kalau digabungkan jadi angka kelahiran saya. Sebab, saya lahir 3 Oktober,” ungkapnya.

BWH mengaku sudah mengurus status PNS yang dia sandang. Ia mengungkapkan sekarang sudah bukan lagi sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) DIY dan Komisaris BPD DIY. “Untuk BPKA sudah ada pelaksana tugasnya,” katanya.

Rasa puas terhadap pengambilan nomor urut juga diungkapkan oleh Calon wakil bupati Benyamin Sudarmadi. Menurut dia, nomor 3 sudah sesuai dengan keinginan dan akan mengantarkan untuk kemenangan. “Pokonya kami akan bekerja keras untuk pemenangan,” katanya.