Jadwal Lengkap 76 Indonesian Downhill 2026: Bantul Jadi Arena Neraka
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
GKR Hemas saat menerima cendramata puzzle Pancasila dari FKPPI DIY. /Ist-dok
Harianjogja.com, JOGJA- Belakangan ini banyak beredar video-video di media sosial yang memperlihatkan semakin banyaknya orang yang menentang Pancasila, melecehkan Pancasila, menolak Pancasila, atau bahkan sekadar tidak hafal Pancasila.
Kondisi tersebut, kata Anggota DPD RI GKR Hemas seharusnya tidak perlu terjadi manakala Pancasila benar-benar menjiwai Pancasila itu sendiri. Kelima Sila dalam Pancasila, kata Hemas, adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia sehingga keberadaan Pancasila tidak perlu diperdebatkan lagi. Menurutnya, sangat mustahil untuk lepas dari Pancasila, karena rakyat semua adalah Pancasila itu sendiri.
Baca juga: 32,7 Juta Orang di Dunia Telah Terpapar Covid-19, Jokowi: Cobaan yang Maha Berat
"Apalagi kita masih punya TNI dan POLRI, dan masih ada kita semua ini, anak-anak dan keluarganya. Di sinilah kita harus mengabdi untuk selalu membela Pancasila dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Hemas melakui rilis yang diterima Harian Jogja terkait kegiatan “Jogja Istimewa sebagai Wujud Nilai-Nilai Utama Budaya Pancasila” kepada BK FKPPI dan GM FKPPI di kantor DPD RI Perwakilan DIY, Jumat (25/9/2020).
Memasuki akhir September ini, kata Hemas, bangsa Indonesia menghadapi banyak tantangan. Pertama, terkait silang pendapat di masyarakat tentang PKI. Isu yang selalu muncul pada saat yang sama setiap tahun. Dia meminta semua pihak untuk meninggalkan masalah ini.
Baca juga: Sekolah di Jogja Ini Gelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
"Tidak ada Polisi atau TNI yang pro pada PKI. Beda pandangan politik jangan langsung tuduh PKI. Jangan dibahas lagi, jangan ditanggapi, kita harus lanjutkan pada masalah yang benar-benar muncul dihadapan kita," katanya.
Kedua, lanjut Hemas, masih ada pertentangan tentang radikalisme, meskipun HTI sudah dibubarkan dan dilarang di Indonesia. Jika memang keberadaan radikalisme dan HTI ditemukan di tengah masyarakat, maka ia meminta aga segera dilaporkan ke aparat yang berwenang. "Pastikan diselesaikan dengan baik, tegas dan sesuai dengan hukum yang berlaku, sehingga kita tidak lagi kesulitan di kemudian hari," kata Hemas.
Tantangan ketiga, lanjut Hemas, masalah yang benar-benar ada di depan mata adalah pandemi Corona dan keterpurukan ekonomi. Di sinilah masyarakat harus memusatkan perhatian, tenaga, pikiran dan kerja keras kita. Apalagi jumlah kematian akibat Corona di Jogja sudah mencapai 61 orang.
"Sementara masyarakat harus terus berjuang untuk keluar dari kontraksi ekonomi yang mencapai 6,74% di awal September ini. Kontraksi ekonomi Jogja berada dibawah angka nasional yang hanya 5,32%," jelasnya.
Terkait keistimewaan Jogja dan Pancasila, kata Hemas, kebudayaan Jogja adalah kebudayaan Pancasila. Masyarakat Jogja tetap berketuhanan, berperikemanusiaan, sarat dengan nilai-nilai persatuan, mendahulukan kepentingan rakyat dan juga memperhatikan pembangunan dan pemerataan kesejahteraan.
"Persatuan kita bahkan bisa dilihat dalam gerakan para penari dan pemain gamelan. Keadilan sosial bisa dilihat dari gotong royong dan tepo seliro masyarakat desa dalam mengembangkan UMKM, bahkan dalam masa Corona ini," katanya.
Sementara itu Wakil Parentah Hageng Keraton Jogja KPH Yudhahadiningrat menyebut, pernyataan bergabungnya Keraton Jogja maupun Kadipaten Pakualaman melalui Maklumat 5 September 1945, bukan menyerahkan kedaulatan ke RI. Tapi memperkuat kedaulatan RI yang baru diproklamasikan. "Dampak bergabungnya Keraton Jogja, kemudian Bung Karno memasukkan pasal 18 b UUD 1945, yaitu negara mengakui dan menghormati satuan daerah yang bersifat istimewa," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Harga emas Pegadaian hari ini turun. Emas Antam Rp2,861 juta, UBS Rp2,788 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta per gram.
Jadwal Bus Malioboro–Parangtritis hari ini, tarif Rp12.000, solusi wisata hemat dan praktis di Yogyakarta.
Noel mempertanyakan tuntutan kasus korupsi K3 Kemenaker karena selisih hukuman dengan terdakwa lain dinilai terlalu tipis.
Jadwal SIM Kulonprogo 19 Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
PLN DIY jadwalkan pemadaman listrik 19 Mei 2026 di Sleman, Bantul, dan Kota Jogja akibat pemeliharaan jaringan pukul 10.00–13.00 WIB.