Silase & Teknik Fermentasi Jadi Solusi untuk Peternak

Acara pelatihan dan pendampingan pembuatan silase bersumber hijauan pakan konvensional dan lokal di Desa Srimartani, Piyungan, Minggu (27/9/2020). - Istimewa/Dokumen Tim Pengabdian UNS
27 September 2020 21:12 WIB Yudhi Kusdiyanto Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Kontinuitas ketersediaan pakan ternak ruminansia yang memenuhi secara jumlah dan kecukupan nutrisi merupakan permasalahan umum yang dialami petani peternak selama musim kemarau. Kondisi ini semakin terasa di daerah subkritis di perbukitan di puncak kemarau Juli–September. Pemenuhan hijauan makanan ternak (HMT) dengan membeli dari daerah lain sangat tidak kompetitif terhadap harga ternak.

Oleh karena itu, Tim Pengabdian Universitas Sebelas Maret (UNS) yang diketuai Ari Diana Susanti, melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM-UNS) dengan skema pendanaan PNBP 2020 bermitra dengan Kelompok Tani Rukun Binantu, Dusun Rejosari, Desa Srimartani, Kecamatan Piyungan, melakukan pelatihan dan pendampingan pembuatan silase bersumber hijauan pakan konvensional dan lokal.

Acara digelar Minggu (27/9/2020) di Desa Srimartani, Piyungan, dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. “Metode silase memiliki banyak kelebihan di antaranya pakan dapat disimpan hingga satu tahun dan dapat meminimalkan kehilangan nutrisi. Teknik fermentasi digunakan untuk pakan ternak yang minim nutrisi,” kata Sulistyo selaku narasumber.

Ari Diana, menjelaskan kegiatan tidak hanya pelatihan tetapi juga evaluasi pemantauan produk hasil setelah tujuh hari untuk teknik fermentasi dan tiga pekan untuk teknik silase. “Kami Tim PKM UNS 2020 sangat berharap kesinambungan program ini,” katanya, dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Minggu.

Keberhasilan program ini, menurut Ari Diana, akan meningkatkan ketahanan pakan ternak bagi petani peternak daerah subkritis, meningkatkan tingkat nutrisi pakan ternak ruminansia, dan mengurangi pengeluaran pembelian hijauan pakan ternak selama kemarau. Selain itu, program ini merupakan salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu transfer teknologi sederhana untuk masyarakat pedesaan dan salah satu wujud dukungan terhadap program pemerintah serupa.