BYD M6 Tes Jalan di Bantul, MPV Listrik Tembus 530 Km
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Dua alat berat diterjunkan dalam proses perbaikan Jalan Imogiri-Mangunan, tepatnya di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Senin (26/6/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Perhubungan Bantul meminta wisatawan yang melintas Jalan Imogiri-Mangunan pada malam hari untuk berhati-hati. Sebab sepanjang jalur tersebut masih minim penerangan.
Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Aris Suharyanta mengatakan sejak pembangunan dan pelebaran Jalan Imogiri-Mangunan selesai dibangun sampai saat ini belum ada pemasangan fasilitas penerangan jalan. Padahal jalur wisata tersebut ramai dilintasi siang malam, terlebih ada sejumlah wisata malam di wilayah Mangunan dan sekitarnya.
Pihaknya mengaku sudah mengirimkan surat agar ada pemasangan lampu penerangan jalan ke Dinas Perhubungan DIY karena jalur Imogiri-Mangunan kewenangan pemeliharaannya ada di tingkat provinsi.
“Kami membuat surat ke Dinas Perhubungan Provinsi sudah meminta dipasangi lampu penerangan jalan di jalur wisata milik jalan provonsi,” kata Aris, saat dihubungi Kamis (1/10/2020). Aris mengaku belum mengetahui pasti berapa kebutuhan lampu penerangan jalan di jalur Imogiri-Mangunan.
Baca Juga: Beasiswa LPDP 2020 Dibuka 6 Oktober, Begini Pendaftarannya
Namun dari perkiraaannya setidaknya membutuhkan sebanyak 50 lampu penerangan jalan di jalur tersebut dari mulai Imogiri sampai Mangunan sejauh sekitar 10 kilometer. “Harapan kami minimal bisa dipasang di tikungan-tikungan yang membahayakan. Tidak terus berjejer dari imogiri naik karena terlalu berat [mahal],” kata Aris.
Ketua Koperasi Notowono atau wadah pengelola objek wisata di Mangunan, Purwo Harsono mengatakan saat ini sudah banyak wisata malam yang sudah disediakan. Setidaknya ada empat lokasi wisata malam yang sudah bisa dinikmati wisatawan, yakni di Puncak Becici, Seribu Batu, Pinus Pengger, dan Lintang Sewu.
Meski kunjungan wisatawan masih belum seramai seperti sebelum ada pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19. Namun sudah ada beberapa wisatawan yang mengunjunginya. Ia berharap wisata malam mejadi alternatif wisata bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam perbukitan di malam hari.
Baca Juga: Sudah Sebulan Vaksin Corona Diuji Coba di Indonesia, Ini Hasilnya
Ia memastikan dari sisi keamanan dan kenyamanan di objek wisata malam sudah diperhitungkan. Namun yang menjadi persoalan adalah masih minimnya penerangan jalan menuju objek wisata seperti di Jalan Imogiri-Mangunan dan Jalan Mangunan-Terong. “Saat menyusun rencana dan strategi pengembangan wisata Mangunan saya sudah mengkomunikasikan terkait penerangan jalan dan perbaikan jalan rusak,” kata Purwo Harsono.
Pria yang akrab disapa Ipung ini mengatakan bukan hanya pnerangan jalan, namun kondisi Jalan di Mangunan-Terong juga banyak yang rusak, “Jalan dari Pinussari sampai Terong itu masih parah,” ucap Ipung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Kualitas udara Pontianak mencapai AQI 328 dan masuk kategori Berbahaya akibat karhutla. Palangkaraya juga masuk kategori Tidak Sehat.
ATR/BPN telah memverifikasi usulan LP2B pada LBS untuk proyek kereta gantung Prambanan. Masih ada tahapan lahan, lingkungan, dan PBG.
Kabut asap karhutla menurunkan jarak pandang di bawah 1.000 meter dan mengganggu enam penerbangan di Bandara Supadio Kalbar.
PSS Sleman imbang 1-1 melawan PSM Makassar. Pieter Huistra memanfaatkan laga pramusim untuk menguji pemain di posisi berbeda.
Revisi Perda KTR Jogja ditunda ke 2027. Reklame rokok direncanakan berjarak 200-300 meter dari fasilitas tertentu.