Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Dua alat berat diterjunkan dalam proses perbaikan Jalan Imogiri-Mangunan, tepatnya di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Senin (26/6/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Perhubungan Bantul meminta wisatawan yang melintas Jalan Imogiri-Mangunan pada malam hari untuk berhati-hati. Sebab sepanjang jalur tersebut masih minim penerangan.
Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Aris Suharyanta mengatakan sejak pembangunan dan pelebaran Jalan Imogiri-Mangunan selesai dibangun sampai saat ini belum ada pemasangan fasilitas penerangan jalan. Padahal jalur wisata tersebut ramai dilintasi siang malam, terlebih ada sejumlah wisata malam di wilayah Mangunan dan sekitarnya.
Pihaknya mengaku sudah mengirimkan surat agar ada pemasangan lampu penerangan jalan ke Dinas Perhubungan DIY karena jalur Imogiri-Mangunan kewenangan pemeliharaannya ada di tingkat provinsi.
“Kami membuat surat ke Dinas Perhubungan Provinsi sudah meminta dipasangi lampu penerangan jalan di jalur wisata milik jalan provonsi,” kata Aris, saat dihubungi Kamis (1/10/2020). Aris mengaku belum mengetahui pasti berapa kebutuhan lampu penerangan jalan di jalur Imogiri-Mangunan.
Baca Juga: Beasiswa LPDP 2020 Dibuka 6 Oktober, Begini Pendaftarannya
Namun dari perkiraaannya setidaknya membutuhkan sebanyak 50 lampu penerangan jalan di jalur tersebut dari mulai Imogiri sampai Mangunan sejauh sekitar 10 kilometer. “Harapan kami minimal bisa dipasang di tikungan-tikungan yang membahayakan. Tidak terus berjejer dari imogiri naik karena terlalu berat [mahal],” kata Aris.
Ketua Koperasi Notowono atau wadah pengelola objek wisata di Mangunan, Purwo Harsono mengatakan saat ini sudah banyak wisata malam yang sudah disediakan. Setidaknya ada empat lokasi wisata malam yang sudah bisa dinikmati wisatawan, yakni di Puncak Becici, Seribu Batu, Pinus Pengger, dan Lintang Sewu.
Meski kunjungan wisatawan masih belum seramai seperti sebelum ada pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19. Namun sudah ada beberapa wisatawan yang mengunjunginya. Ia berharap wisata malam mejadi alternatif wisata bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam perbukitan di malam hari.
Baca Juga: Sudah Sebulan Vaksin Corona Diuji Coba di Indonesia, Ini Hasilnya
Ia memastikan dari sisi keamanan dan kenyamanan di objek wisata malam sudah diperhitungkan. Namun yang menjadi persoalan adalah masih minimnya penerangan jalan menuju objek wisata seperti di Jalan Imogiri-Mangunan dan Jalan Mangunan-Terong. “Saat menyusun rencana dan strategi pengembangan wisata Mangunan saya sudah mengkomunikasikan terkait penerangan jalan dan perbaikan jalan rusak,” kata Purwo Harsono.
Pria yang akrab disapa Ipung ini mengatakan bukan hanya pnerangan jalan, namun kondisi Jalan di Mangunan-Terong juga banyak yang rusak, “Jalan dari Pinussari sampai Terong itu masih parah,” ucap Ipung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.