Belasan Kambing Jadi Korban, Serangan Hewan Liar di Gunungkidul Masih Mengancam

Kondisi kambing yang selamat dari serangan hewan liar di Dusun Cak Bohol, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Senin (17/9/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
04 Oktober 2020 23:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Ancaman serangan hewan liar belum sepenuhnya bisa dihilangkan di Kalurahan Purwodadi, Tepus. Total hingga sekarang sudah ada 13 kambing yang menjadi korban gigitan hewan liar.

Lurah Purwodadi, Sagiyanto mengatakan, di musim kemarau masih menjadi momok bagi masyarakat karena adanya peningkatan serangan terhadap ternak yang dimiliki. Ia munuturkan, hingga Minggu (4/10/2020) sudah ada 13 kambing yang menjadi korban. “Serangan terjadi dua minggu lalu di Dusun Sureng. Total sudah ada tujuh warga yang melaporkan ternaknya diserang hewan liar,” kata Sagiyanto saat dihubungi, Minggu (4/10/2020).

Menurut dia, upaya pencegahan sudah dilakukan, namun belum juga membuahkan hasil yang maksimal. Sebagai gambaran, kata Sagiyanto, di tahun lalu ada 60 kambing milik warga yang menjadi korban keganasan hewan liar. “Serangan ini sudah bertahun-tahun pasti ada kasus,” katanya.

Jogoboyo Kalurahan Purwodadi, Suyanto mengatakan, ancaman serangan hewan liar tidak lepas dari kebiasaan warga yang memelihara ternak di area ladang yang jauh dari perumahan. Kebiasaan ini dilakukan untuk mempermudah memberikan pakan terhadap ternak yang dipelihara. “Ada ratusan yang dipelihara di ladang,” katanya.

BACA JUGA: Jokowi Minta 'Jangan Sok-sokan Lockdown', Pejabat Istana Jelaskan Maksudnya

Ditambahkannya, ada beberapa cara untuk menghindari serangan hewan liar. Salah satunya dengan memindahkan area kadang mendekat ke perumahan saat musim kemarau sehingga mudah dalam pengawasan. Adapun cara lainnya, warga memperkuat kandang agar tidak mudah dirusak. Namun, kata dia, dengan memperkuat kadang potensi serangan masih mungkin terjadi karena ternak-ternak tidak bisa diawasi secara penuh. “Yang jelas kami terus mengimbau kepada warga untuk terus waspada terhadap potensi serangan hewan liar,” katanya.

Panewu Tepus, Alsito mengatakan, serangan hewan liar khususnya di Kalurahan Purwodadi masih sering terjadi. Upaya sosialisasi pencegahan dengan meminta masyarakat memindah lokasi kandang mendekat ke rumah belum sepenuhnya ditaati sehingga serangan belum bisa dihilangkan. “Sosialisasi sudah dilakukan, tapi belum semua warga mematuhinya,” katanya.

Menurut dia, berdasarkan keterangan dari masyarakat, serangan terhadap ternak hanya dilakukan dengan cara menggigit dan membiarkan ternak mati kehabisan darah. “Dagingnya tidak dimakan karena dibiarkan berada di area kandang,” katanya.