Merasa Diserang FJI, Pemuda Pancasila DIY Akan Lapor ke Polda 

Ilustrasi kekerasan. - Pixabay
05 Oktober 2020 17:27 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Majelis Pimpinan Wilayah (MPC) Pemuda Pancasila (PP) DIY angkat bicara terkait dengan bentrok yang melibatkan sejumlah anggotanya dengan ormas Front Jihad Islam (FJI) di Kasihan, Bantul, Minggu (4/10/2020). 

Pemuda Pancasila mengklaim FJI yang menyerang terlebih dahulu sehingga dua anggota PP luka parah di bagian kepala. Dalam insiden ini, Ketua FJI Abdurrohman juga terluka.

BACA JUGA: Usut Tawuran yang Menyeret Nama PP & FJI, Polres Bantul Periksa Sejumlah Saksi

Ketua MPW Pemuda Pancasila DIY Faried Jayen Soepardjan menyatakan telah meminta keterangan anggotanya yang berada di lapangan dan mendapatkan kronologi fakta di lapangan. Oleh karena itu, PP DIY ingin meluruskan berbagai informasi yang beredar di dunia maya. Menurut dia, peristiwa itu bermula saat anggota Komando Inti (Koti) PP (Pemuda Pancasila) bernama Yusuf dan Fendy memiliki masalah pribadi dengan Ketua FJI Aburrohman. Pemicu awalnya masalah lomba futsal di kampung keduanya.

“Masalah itu tak ada kaitannya dengan organisasi karena dua orangini bertetangga satu kampung, itu masalah pribadi,” ungkap Jayen melalui pesan suara yang diterima Harianjogja.com, Senin (5/10/2020) siang.

Ia mengatakan masalah kedua pihak ini sejatinya akan diselesaikan lewat mediasi di Polsek Kasihan pada Minggu (4/10/2020). Yusuf dan Fendy pun sudah datang ke polsek. 

BACA JUGA: Viral Dangdutan Polsek di Tulungagung, Polda Jatim Turun Tangan

Jayen mengakui dua anggota yang terlibat masalah tersebut kemudian ditemani beberapa anggota Koti PP lainnya. Namun saat mediasi akan berjalan justru ada massa bersenjata tajam yang mengatasnamakan FJI melakukan penyerangan.

“Jadi anggota Koti lainnya dengan lugu mendampingi temannya di Polsek, saat menunggu pihak lain yang akan dimediasi, tetapi justru datang massa melakukan penyerangan. Jadi saya tegaskan anggota kami tidak menyerang markas FJI, anggota kami hanya mempertahankan diri ketika diserang, ada dua anggota kami yang terluka bacok bagian kepala,” katanya. 

Tiga anggota PP yang luka dan bentrok berdarah itu antara lain Natal alias Bendol, warga Mergangsan, Kota Jogja; dan Amir Bekti alias Cethul warga, Tegalrejo, Kota Jogja. Keduanya mengalami luka parah di bagian kepala. Selain itu ada satu lagi orang bernama Eko yang mengalami luka bengkak di tangan.

BACA JUGA: Puncak Hujan Meteor Terjadi pada 8 Oktober 2020, Catat Jamnya!

PP, kata dia, sangat menyayangkan adanya pernyataan di medsos yang seolah-olah menyebut Pemuda Pancasila memulai penyerangan. “Anggota kami sempat terpancing, mereka sempat berkumpul di suatu tempat [pada Minggu malam], tetapi saya minta mereka untuk balik kanan dan membubarkan diri semua,” ujarnya.

PP DIY akan melaporkan kasus tersebut ke Polda DIY karena anggotanya yang diserang dan mengalami luka parah. Jayen pun mempersilakan kepolisian memproses anggotanya yang menjadi pemicu awal bentrok karena persoalan ini timbul bukan antar ormas, melainkan masalah pribadi.

“Kami akan lapor Polda DIY agar masalahnya terang, kami ingin membuka kejadian sebenarnya, agar tidak ada fitnah, kami tidak ingin ada yang memutarbalikkan fakta. Kami sudah instruksikan semua jajaran kami [ormas PP] untuk membuka fakta sebenarnya dan biar polisi yang menangani, kalau ada anggota PP yang salah silakan diproses. Kami tidak ingin di Jogja ada adu domba,” ujarnya. 

Jayen juga mengklarifikasi beredarnya video di medsos yang berisi perdamaian antara Ketua FJI dan Doni Bimo Saptoto yang mengatasnamakan Pemuda Pancasila.  “Doni Bimo Saptoto saat ini bukan lagi Ketua Pemuda Pancasila Bantul, karena sudah lama diturunkan. Saat ini kepengurusan PP Bantul dipegang Antariksa,” katanya.