Begini Kondisi Gunung Merapi Pagi Ini

Visual Merapi dari PGM Selo, Kamis (8/10/2020). - BPPTKG.
08 Oktober 2020 07:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memberikan update informasi kepada masyarakat terkait kondisi Gunung Merapi, Kamis (8/10/2020).

Melalui akun twitter resminya BPPTKG memberikan informasi visual terkini kondisi Merapi melalui tiga sisi yaitu Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Babadan, Magelang, Selo Boyolali dan Kaliurang Sleman.

“Via PGM.Kaliurang visual #Merapi  berkabut, cuaca mendung, suhu udara 19.0 °C, kelembaban 80 %rh, pressure 917.0 hpa, angin perlahan ke timur #statuswaspada,” cuit akun @BPPTKG Kamis (8/10/2020) pagi.

BACA JUGA : Tubuh Merapi Menggembung, Ini Pengamatan Juru Kunci 

Begitu juga dari PGM Selo visual Merapi tampak dengan suhu udara 13.0 °C, kelembaban 70 %rh, tekanan udara 835.4 hpa dan anginnya tenang. Sedangkan dari PGM Babadan visual pukul 06.32 WIB Merapi dilaporkan tampak berkabut, suhu udara 16.0 °C, kelembaban 81 %rh, tekanan udara 871.6 hpa, angin tenang, cuaca mendung.

BPPTKG juga memberikan pelaporan terkait aktivitas Merapi Kamis (8/10/2020) dari pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB dinihari. Di mana kondisi Merapi terlihat cuaca berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 13-19 °C, kelembaban udara 70-95 %, dan tekanan udara 567-687 mmHg. Volume curah hujan 15 mm per hari.

Gempa guguran terjadi sebanyak enam kali dengan durasi antara 10 detik hingga 33 detik. Gempa fase banyak juga terjadi sebanyak enam kali dengan durasi antara lima sampai delapan detik. Sedangkan untuk gempa vulkanik dangkal terjadi sekali dengan durasi 22 detik.

BACA JUGA : Begini Kondisi Jalur Evakuasi Merapi yang Rusak

BPPTKG masih merekomendasi hal yang sama sebelumnya, yaitu potensi ancaman bahaya saat ini berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif. Kemudian area dalam radius 3 km dari puncak G. Merapi agar tidak ada aktivitas manusia.

Masyarakat agar mengantisipasi bahaya abu vulkanik dari kejadian awanpanas maupun letusan eksplosif serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak Merapi.