Buntut Kericuhan di Malioboro, 45 Orang Ditangkap Polisi

Ilustrasi. - Freepik
08 Oktober 2020 22:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Lebih dari 40 orang ditangkap polisi, buntut kericuhan di Malioboro saat demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja pada Kamis (8/10/2020).

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto mengatakan berdasarkan catatan dari Polda DIY, untuk sementara ada 45 orang yang diamankan polisi pasca pecah bentrok antara demonstran dan aparat di kawasan Malioboro.

"Polisi juga akan melakukan olah TKP serta melakukan pengusutan dan penindakan terhadap oknum pelaku yang bertindak anarkis," kata Yiliantom Kamis petang.

Kapolresta Jogja Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan dalam aksi yang berujung ricuh di gedung DPRD DIY, pihaknya menurunkan sebanyak 900 personel yang terdiri dari polisi maupun TNI.

"Total hampir 900 orang personel baik dari polisi maupun TNI yang ikut mengamankan aksi unjuk rasa. Tapi, situasi njenengan lihat sendiri seperti apa. Kita sudah berupaya persuasif malah ngrusak. Kita tidak tahu tujuannya apa," ujar Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro saat dikonfirmasi di depan gedung dewan pada Kamis (8/10/2020).

Polisi, lanjut Wahyu, sudah berupaya untuk mengajak massa aksi berkomunikasi. Tidak hanya itu, upaya komunikasi juga sempat dilakukan oleh Wakil DPRD DIY Huda Tri Yudiana. Bahkan, anggota TNI dari Batalyon Infanteri 403. Namun, upaya tersebut nampaknya tidak berdampak signifikan.

"Polisi dari awal sudah menemui massa aksi dan sudah ajak komunikasi, dari pihak TNI juga ajak komunikasi, termasuk dari anggota DPR juga sudah ajak komunikasi. Tapi, mereka tetap saja merusak. Ini yang kita nggak tahu tujuannya apa. Tugas kami hanya mengamankan saja. Kita sudah persuasif toh mereka juga adik-adik kita juga," terangnya.

Orang nomor satu di Polresta Jogja ini juga tidak memungkiri bahwa ada korban dari anggotanya. Namun, pihaknya belum bisa merinci secara detail. "Anggota terluka ada. Ada yang lehernya sampai berdarah, kepalanya berdarah, tapi kami belum merinci korban anggota," ungkapnya.