Pensiun dari Kursi Bupati, Sri Purnomo Ingin Beternak dan Bertani

Acara Ngopi Bareng Bupati: Sri Purnomo Bercerita tentang Sleman yang digelar di Lobi Setda Kabupaten Sleman, Kamis (8/10/2020). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
08 Oktober 2020 21:12 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Masa jabatan Sri Purnomo sebagai Bupati Sleman tinggal empat bulan sembilan hari lagi. Menjelang akhir masa baktinya, Sri mempersiapkan aktivitas lain untuk mengisi masa pensiunnya.

Hal ini terungkap dalam acara Ngopi Bareng Bupati: Sri Purnomo Bercerita tentang Sleman yang digelar Harian Jogja, Pemkab Sleman dan Bank Sleman, di Ruang Lobi Setda Sleman, Kamis (8/10/2020)

Pria berusia 59 tahun ini menjabat Bupati Sleman selama dua periode yakni 2010-2015 dan 2016-2021. Sebelumnya, ia merupakan Wakil Bupati Sleman mendampingi Ibnu Subiyanto pada periode 2005-2010.

17 Februari 2021 menjadi hari terakhir Sri menjadi orang nomor satu di Pemkab Sleman. Ia yang sejak muda sudah terlibat aktif dalam sejumlah organisasi tak ingin masa pensiunnya sepi kegiatan, sehingga ia telah menyiapkan sejumlah aktivitas ketika turun dari kursi Bupati Sleman.

"Sejak dua tahun terakhir saya sudah berpikir akan berkegiatan apa. Saya terbiasa sibuk, jadi enggak mau ketika 17 Februari nanti selesai, saya kaget lantaran enggak punya kegiatan," ujarnya dalam acara bincang-bincang yang disiarkan secara langsung melalui Instagram dan Youtube Harian Jogja, Kamis pagi.

Dua tahun terakhir, seperti yang selalu ia bagikan melalui media sosial pribadinya, ia punya aktivitas memelihara ikan dan tanaman di pekarangannya. "Saya sudah siapkan, memelihara ikan dan tanaman sejak satu setengah tahun terakhir. Saya bina terus, sehingga ketika selesai [masa jabatan] saya kembali menjadi masyarakat biasa, menjadi petani," katanya.

Sri juga mengaku telah menyewa lahan yang ingin ia tanami berbagai jenis tanaman. Nantinya, ia akan mengelolanya supaya ketika dipanen menghasilkan untung. "Kalau dihitung betul, hasilnya bisa menjanjikan. Saat ini saya masih menggunakan halaman di rumah dinas, saya gunakan selesai kerja untuk hiburan," kata dia.

Pria yang mengawali karier sebagai guru madrasah tsanawiyah ini mengaku tak pernah bercita-cita menjadi bupati. Ia hanya mengikuti alur hidupnya yang membawanya ke dunia politik. "Setelah jadi bupati, saya sadar Sleman itu luar biasa. Berada di lereng Merapi, tanah subur, membentang dua selokan yaitu Selokan Mataram dan Van der Wijck, jadi pertaniannya sangat bagus, airnya jernih. Potensi wisatanya juga banyak, masyarakatnya juga partisipatif untuk berkembang, jadi kami sediakan programnya saja," ujarnya. Ketika disinggung soal lebih enak mana menjadi guru atau bupati, ia tak bisa memilih. "Semuanya saya menikmati," kata Sri.