Kebakaran Hutan Marak di Indonesia, Kemenhut Siapkan Hujan Buatan dan Rehabilitasi
Kemenhut menangani kebakaran hutan lewat OMC, penegakan hukum hingga rehabilitasi lahan. Kebakaran juga meningkat di DIY.
Walikota Jogja, Haryadi Suyuti mengikuti berbagai suguhan Pentas Budaya Tumapaking Jaman Anyar pada Minggu (11/10/2020) di Halaman Balai Kota Jogja.
Harianjogja.com, UMBULHARJO - Semarak HUT Kota Jogja ke-264 masih tetap hangat dirasakan masyarakat. Meski pandemi, suguhan beragam pertunjukan seni dan budaya dalam rangka tetap dapat dinikmati masyarakat secara virtual.
Serangkaian perayaan HUT satu per satu pun bergulir. Salah satu event yang ditunggu-tunggu ialah Pentas Budaya Tumapaking Jaman Anyar. Pentas Budaya Tumapaking Jaman Anyar dilaksanakan serentak di 16 titik. Adapun 14 titik digelar di kecamatan sedangkan dua titik lainnya berada di BPKCB Kotagede dan halaman Balai Kota Jogjakarta.
"Pentas Budaya Tumapaking Jaman Anyar secara langsung disiarkan di 16 titik serentak dan disiarkan secara langsung melalui virtual," kata Wali Kota Jogja Haryadi Minggu (11/10/2020).
BACA JUGA : Harian Jogja Rayakan Ulang Tahun Ke-10
Kata Tumapaking Jaman Anyar diambil dari sesanti atau tagline HUT Kota Jogja tahun ini yakni Tan Mingkuh Tumapaking Jaman Anyar. Tema dan sesanti ini menggambarkan situasi yang sedang terjadi sekarang di mana masyarakat harus tetap semangat pantang mundur dalam menghadapi segala tantangan yang ada.
"Artinya kira-kira pantang mundur penuh semangat memasuki era adaptasi baru. Tetap mengupayakan segala yang kita bisa semaksimal mungkin dalam berkarya, berkreasi dan mengekspresikan cipta dan karsa seni budaya," katanya.
Berbagai pertunjukan seni dan budaya dihelat dalam Pentas Budaya Tumapaking Jaman Anyar di antaranya gamelan, seni tari, teater, hingga penampilan musik cokekan. Bagi masyarakat yang barangkali ketinggalan atau kelewatan agenda pagelaran dapat menyaksikan di berbagai media sosial milik Pemkot Jogja karena video tidak hanya disiarkan langsung mulai dari Instagram, Twitter, Facebook dan Youtube.
BACA JUGA : Jogja Trending Topic di HUT ke-264, Netizen: Bahas Jogja
"Kami mengajak kepada seluruh masyarakat agar segala macam content HUT Kota Jogja ke-264 dapat diunggah pada akan media sosial pribadi masing-masing, dengan tagar #HUT264Jogja, #HUTkotaJogja dan #PemkotJogja untuk menambah kemeriahan peringatan HUT Kota Jogja ke-264," ujarrnya.
Kepala Dinas Budaya Kota Jogja, Yetti Martanti menyebutkan para penari di 14 kecamatan nyatanya tidak membutuhkan waktu lama untuk berlatih dan lancar menarikan tarian baru. "Latihan di kecamatan mungkin hanya satu dua kali saja, tidak banyak membutuhkan persiapan yang banyak, karena tariannya cukup mudah dan bisa diikuti seluruh masyarakat Jogja," ucapnya.
Kendati minim latihan, saat ditampilkan secara serentak tari flash mob yang disuguhkan berhasil memukau para penonton. Diakui Yetti pentas yang disajikan terbilang hanya sederhana namun mengusung tema yang dalam yakni Tumapaking Jaman Anyar. "Yang penting kita tetap guyub, silaturahminya tidak secara face to face tetapi melalui media virtual," katanya.
Salah satu suguhan yang menarik dalam Pentas Budaya Tumapaking Jaman Anyar ialah pertunjukan teater Sedhut Senut yang menampik cerita sejarah Kota Jogja. Sejumlah tamu di Halaman Balai Kota Jogja menikmati pertunjukan teater tersebut di atas becak layaknya bioskop drive thru. Pada akhir scene pertunjukan teater Haryadi ikut ke dalam panggung teater menjelaskan sejarah lahirnya Kota Jogja.
BACA JUGA : Selamat HUT ke-12, Harian Jogja Diharapkan Menjadi
Pentas Budaya Tumapaking Jaman Anyar ditutup dengan tarian flash mob yang dilakukan secara bersama 16 titik. Pada momen tersebut Haryadi bersama sejumlah pejabat Pemkot Jogja ikut menari, tetap bersuka cita memperingati ulang tahun Kota Jogja dengan semangat pantang mundur sebagaimana sesanti yang terus dielu-elukan tahun ini Tan Mingkuh Tumapaking Jaman Anyar.
"Marilah kita tingkatkan terus rasa kebersamaan dan gotong royong mewujudkan Kota Jogja menjadi kota yang aman, nyaman tenteram, dan berbudaya, serta mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh warganya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenhut menangani kebakaran hutan lewat OMC, penegakan hukum hingga rehabilitasi lahan. Kebakaran juga meningkat di DIY.
Menaker Yassierli menyebut formula UMP dan UMK 2027 masih menunggu RUU Pelindungan Ketenagakerjaan rampung.
Meta Description:Polresta Sleman menaikkan kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak balita tiga tahun ke tahap penyidikan. Tersangka belum ditetapkan.
Konflik Saudi-Houthi memanas. Pemerintah diminta memastikan keselamatan jemaah umrah, termasuk menyiapkan penundaan hingga pemulangan darurat.
Viral Bolosego diminta membayar parkir Rp2,5 juta per hari. Dishub Kota Jogja memastikan pungutan tersebut tak berizin.
Sebanyak 15 calon lurah ditetapkan untuk Pilur PAW di lima kalurahan Sleman. Lurah terpilih dijadwalkan dilantik 8 Oktober 2026.