Peringatan Hari Santri Digelar Sesuai Protokol Kesehatan

Peringati Hari Santri Nasioanl 2020, Pemkab Sleman selenggarakan Apel Bersama di Lapangan Pemda Sleman, Kamis (22/10 - 2020).Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
23 Oktober 2020 06:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Peringati Hari Santri Nasioanl 2020, Pemkab Sleman selenggarakan Apel Bersama di Lapangan Pemda Sleman, Kamis (22/10/2020). Berbeda dengan tahun sebelumnya, dengan menerapkan protokol kesehatan penyelenggaraan tahun ini hanya diikuti puluhan santri.

Selain apel bersama, sejumlah santri juga membacakan resolusi jihad, ikrar santri, doa dan sholawatan untuk mendoakan santri, masyarakat Indonesia dan dunia agar diberikan kesehatan serta kekuatan di masa pandemi Covid-19.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengajak para santri, pondok pesantren dan seluruh masyarakat untuk terus berupaya mencegah penularan Covid-19 ini dengan tetap melaksanakan seluruh protokol kesehatan dengan baik dan benar. Sri meminta agar selama masa pandemi santri menerapkan Cita Mas Jajar, Cuci Tangan dengan sabun, Pakai Masker dan Jaga Jarak.

"Meskipun peringatan Hari Santri Nasional tahun ini dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19, ia berharap kekhidmatan kegiatan ini tidak berkurang. Dalam menangani dan menanggulangi penyebaran Covid-19 ini seluruh komponen masyarakat harus melakukan sinergi dan bekerja sama tak terkecuali pondok pesantren," katanya.

Ia juga mengimbau para santri agar selalu mengingat label santri yang sudah dimiliki harus selalu ditunjukkan kepada masyarakat bahwa santri memiliki akhlak yang mulia. "Sebagai generasi muda, santri harus bisa menjaga dan menanamkan akhlak mulia di dalam kehidupan sehari-hari seperti contoh akhlak dari Rosulullah SAW. Akhlak Rosulullah ini merupakan akhlakul karimah yang perlu kita contoh dan kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten (Kemenag) Sleman Sa'ban Nuroni berharap peringatan hari santri ini memperkuat komitmen santri dan pondok pesantren untuk menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar. Hingga kini di wilayah Sleman tercatat terdapat kasus penularan Covid-19 di empat ponpes.

Untuk mencegah hal tersebut tidak terjadi lagi, Kemenag sudah memanggil pengelola ponpes yang sudah mengantongi rekomendasi pembelajaran tatap muka. Dari 145 ponpes, katanya, sekitar 50 ponpes sudah mengajukan rekomendasi. Dari jumlah tersebut 19 ponpes sudah mengantongi rekomendasi.

"Kami bersama seluruh Satgas Covid-19 akan terus berupaya menekan penularan Covid-19 di kalangan pesantren. Dari Dinkes Sleman sudah keluarkan hasil monitoring ponpes," katanya.