Vario Vs Beat Tabrakan di Pandak Bantul, 2 Orang Tewas

Ilustrasi - Freepik
01 November 2020 13:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Sanden di Dusun Glagahan, Desa Caturharjo, Kecamatan Pandak, Bantul, Sabtu (31/10/2020) malam sekitar pukul 22.45 WIB. Dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara dua orang lainnya mengalami luka berat.

Dua orang meninggal dunia adalah pengendara Honda Vario AB 6946 PL, yakni Mardiyono, 56, warga Derwolo, Pengasih, Kulonprogo, dan pemboncengnya, Cipto Sarju, 54, warga Jogoyudan, Wates, Kulonprogo. Sementara korban luka berat adalah pengendara dan pembonceng motor Honda Beat AB 2295 SL. Keduanya warga Kragilan, Galurejo, Lendah, Kulonprogo, yakni Wawan Edi Pracoyo, 25, dan Agus Suryanto, 33.

BACA JUGA: Rem Blong, Goweser Jepara Tewas Tabrak Pohon Sirsak di Kulonprogo

Wawan Edi Pracoyo mengalami patah tulang dan cedera kepala berat kemudian dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul. Aadapun Agus Suryanto mengalami cedera kepala berat dan dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul.

Kepala Unit Laka Lantas Satlantas Polres Bantul, Iptu Maryono, mengatakan kecelakaan lalu lintas berawal saat sepeda motor Honda Vario melaju dari utara ke selatan dan pada saat bersamaan dari arah selatan ke utara melaju sepeda motor Honda Beat. “Sesampainya di tempat kejadian karena jarak yang sudah dekat kedua pengendara tidak bisa menguasai laju kendaraannya sehingga terjadilah kecelakaan lalu lintas,” kata Maryana, Minggu (1/11/2020).

BACA JUGA: Tampil di Prambanan Jazz 2020, Tompi Persembahkan Lagu untuk Glenn Fredly

Maryana menduga kedua sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi. Hal itu terlihat dari kedua motor yang mengalami kerusakan parah di bagian depan. Namun demikian, polisi masih menyelidiki untuk mengetahui pasti penyebab kecelakaan tersebut.

“Masih kami lakukan penyelidikan dan perdalam olah TKP karena masih minimnya keterangan di tempat kejadian perkara, dan kondisi lalu lintas di lokasi kejadian juga sepi dan gelap,” ujar Maryana.

Dia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga konsentrasi saat berkendara “Gunakan helm SNI, batasi kecepatan agar tidak melebihi batas sehingga apabila terjadi hal-hal di luar keinginan kita saat berkendara dapat masih mengendalikan untuk dapat meminimalkan cedera kepala berat,” ujar Maryana.