30 Bangunan dari P3TGAI Kelar, Petani Bantul Tak Lagi Kesulitan Irigasi

Ilustrasi saluran irigasi - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
04 November 2020 09:07 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Sulitnya mendapatkan air irigasi yang dialami oleh petani di Bantul dipastikan mulai terurai. Hal ini menyusul selesainya pembangunan 30 bangunan irigasi tersier dari Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI).

Kepada Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Pemkab Bantul, Yitno berharap dengan selesainya program pembangunan 30 bangunan irigasi melalui P3TGAI, maka petani tidak akan mengalami kesulitan dalam mendapatkan air irigasi. Selain itu, dengan selesainya program ini diharapkan produktivitas hasil pertanian di Bantul bisa meningkat.

“Dengan panjang 400 hingga 500 meter untuk setiap titik maka diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air irigasi untuk lahan seluas 30 hingga 40 hektare. Artinya jika ditotal bisa mencapai 1.000 hektare lahan pertanian yang bisa terairi,” katanya di Balai Desa Gadingsari, Sanden, Bantul, Selasa (3/11/2020).

Program P3TGAI sendiri mulai digulirkan sejak 2018 untuk 14 titik. Pada 2019, program yang sama dilakukan untuk 42 titik dengan nilai Rp8,9 miliar. Sedangkan pada 2020 ada 33 titik dari program ini dengan nilai mencapai Rp5,8 miliar.