Segera Dibuka, Kelok 23 Jadi Harapan Baru Ekonomi Sisi Barat Gunungkidul
Kelok 23 di Girijati, Gunungkidul, dinilai membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan investasi setelah menghubungkan JJLS dengan Bantul.
Ilustrasi Partai Nasdem/JIBI
Harianjogja.com, WONOSARI – Pengurus DPW Nasdem DIY, WS Kuncara memutuskan membelot dan mendukung pasangan calon nomor urut empat Sunaryanta-Heri Susanto di Pilkada Gunungkidul. Hal ini tidak sejalan dengan arahan partai yang mengusung pasangan Immawan Wahyudi-Martanty Soenar Dewi.
WS Kuncara mengatakan, dirinya sudah membulatkan tekat mendukung pasangan yang beresebarangan dengan partai. Ia pun mengaku sudah mengajukan surat pengunduran diri sebagai pengurus maupun kader dari Partai Nasdem. “Saya pilih mundur karena konsekuensi saya mendukung calon lain. Surat pengunduran sudah saya kirimkan sejak 3 November lalu,” katanya, Jumat (6/11/2020).
BACA JUGA : NasDem Siapkan Kejutan di Pilkada Gunungkidul
Kuncara menjelaskan, selain mendukung calon lain, alasan mundur juga merasa tidak sejalan dengan garis partai. Pasalnya, sebelum pendaftaran, calon yang akan diusung Immawan Wahyudi-Suharno. Namun demikian, kata dia, pasangan ini bukanlah yang diusung karena partai memilih duet Immawan-Martanty di Pilkada Gunungkidul.
“Ini bukan paksaan karena saya menentukan pilihan berdasarkan hati nurani saya sendiri,” katanya.
Anggota Pemenangan Sunaryanta-Heri Susanto, Ratno Pintoyo mengatakan, pihaknya menyambut baik bergabungnya WS Kuncara. Menurut dia, pengalaman yang dimiliki dalam berpolitik menjadi salah satu modal untuk pemenangan pasangan nomor empat. “Kami sambut dengan baik karena dukungannya bisa menjadi amunisi untuk pemenangan,” katanya.
BACA JUGA : NasDem Resmi Usung Immawan-Martanty di Pilkada
Menurut dia, tim pemenangan terus fokus untuk pemenangan dengan mengenalkan calon beserta visi misi yang dimiliki kepada masyarakat. “Upaya pemenangan terus dilakukan dengan menggelar sosialisasi ke masyarakat,” katanya.
Terpisah, Ketua DPW Nasdem DIY, Subardi menuturkan partainya solid mendukung pasangan Immawan-Martanty. Dia menegaskan, tidak ada kader yang membelot karena WS Kuncara sudah diberhentikan sebelum berulang mendukung pasangan lain.
Mbah Bardi menuturkan, Kuncara sempat masuk dalam struktur kepengurusan di DPW. Namun yang bersangkutan tidak aktif sehingga diberhentikan. Terkait dengan keputusan mendukung partai lain, ia menduga keputusan itu hanya manuver di pilkada untuk kepentingan politik praktis.
BACA JUGA : Dikabarkan Jadi Cabup Gunungkidul Lewat Nasdem
“Saya tegaskan, siapapun kalau bermain politik transaksional otomatis dipecat. Tidak ada toleransi sedikitpun bagi kader yang melanggar ideology partai. Nasdem tidak butuh mahar politik. Itu jelas sebagai ideology partai,” kata Mbah Bardi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelok 23 di Girijati, Gunungkidul, dinilai membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan investasi setelah menghubungkan JJLS dengan Bantul.
Atta Halilintar membantah foto viral bersama Mercedes Roa sebagai hasil editan AI. Mercedes dan Aurel Hermansyah juga memberikan klarifikasi.
PSS Sleman kalah dari Bali United pada laga perdana. Pieter Huistra berharap PSS Fans kembali memberi energi saat menjamu Madura United.
Harga iPhone Duo di Malaysia dan Singapura mulai Rp40 jutaan. Simak harga tiap kapasitas, jadwal pre-order, spesifikasi, dan aturan IMEI.
Alumni pondok pesantren di Sleman melaporkan dugaan kekerasan seksual yang terjadi dua kali. Polisi kini masih menyelidiki laporan tersebut.
Mercedes mengajukan teknologi mobil yang bisa mengapung dan bergerak di air. Rodanya menjadi penggerak, dilengkapi sensor, GPS, dan pelampung.