Malioboro Tertutup untuk Kendaraan Bermotor Bikin Toko Tekor

Jalur pedestrian di Jalan Malioboro, Kamis (22/10/2020). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
08 November 2020 16:37 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Penutupan Malioboro untuk kendaraan bermotor sudah berlangsung lebih dari lima hari. Uji coba rekayasa lalu lintas pendukung jalur pedestrian itu rupanya bikin tekor pemilik toko.

Ketua Paguyuban Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY), Sadana Mulyono, mengatakan rata-rata omzet selama penerapan rekayasa lalu lintas hanya mencapai 20% alias turun 80%.

“Betul-betul sangat parah dengan kondisi seperti ini,” kata dia, Minggu (11/8/2020).

BACA JUGA: Mudah Kok, Begini Cara Cek Bantuan Sosial Tunai Lewat Online

“Bayangkan, pemilik toko harus menggaji karyawan membayar listrik sewa, PBB dan lain-lain. Yang terkena efek tidak hanya pemilik toko, tetapi PKL, pedagang asongan, hingga warung penghuni Pasar Beringharjo. Kalau kami bisa bertahan ya bertahan, kalau tidak ya tutup. Pengusaha tidak akan membuka toko jika tidak ada omzet.”

Sadana menilai perlu ada dialog agar pemilik toko tidak merugi. Dia juga mengusulkan rancangan format berupa penentuan waktu penutupan Jl. Malioboro. Rancangan tersebut yaitu penutupan mulai pukul 18.00 WIB lalu buka kembali pada pukul 22.00 WIB. “Hanya tutup empat jam, itu harapan kami.”

Sebelumnya Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan akivitas perekonomian di Malioboro akan menjadi salah satu aspek yang dikaji sebelum Malioboro diputuskan jadi jalur pedestrian secara penuh. Uji coba kali ini hanya berlangsung dua pekan sejak 3 Novemver lalu.